JAKARTA, KOMPAS.com - Marquez akan memasuki musim MotoGP 2026 dengan status juara dunia. Performa dominan bersama Ducati sepanjang musim 2025 menjadi fondasi utama bagi pebalap asal Spanyol tersebut untuk melanjutkan tren positifnya di kelas premier. Performa Dominan Pada musim lalu, Marquez mencatatkan 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint. Raihan tersebut mengantarkannya meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh, sekaligus gelar kesembilan sepanjang kariernya di kejuaraan dunia balap motor. Capaian ini terasa istimewa karena datang enam tahun setelah gelar terakhirnya pada 2019. Lebih jauh lagi, kesuksesan tersebut diraih lima tahun setelah Marquez mengalami cedera serius pada lengan kanan akibat kecelakaan di MotoGP Spanyol 2020, yang sempat membuat masa depannya di MotoGP dipertanyakan. Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Sejajar dengan Rossi Tambahan satu gelar membuat Marquez kini sejajar dengan Valentino Rossi dalam jumlah titel juara dunia. sama mengoleksi tujuh gelar MotoGP, satu gelar di kelas Moto2/250cc, dan satu gelar di kelas 125cc. Menariknya, pencapaian tersebut hadir tepat satu dekade setelah hubungan Marquez dan Rossi memanas pada seri-seri penentuan musim 2015, sebuah periode yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu rivalitas paling kontroversial di MotoGP. Saat ini, hanya Giacomo Agostini yang masih berada di atas Rossi dan Marquez dalam daftar juara dunia kelas premier, dengan koleksi delapan gelar. Peluang Melampaui Rekor Memasuki musim 2026, peluang Marquez untuk melampaui sejumlah catatan statistik milik Rossi terbuka lebar. Mengutip Crash, Senin (5/1/2026), di semua kelas, Rossi masih memimpin dengan 115 kemenangan grand prix, sementara Marquez berada di angka 99 kemenangan. Untuk menyamai catatan tersebut, Marquez harus memenangi 16 dari total 22 seri yang dijadwalkan musim ini. Pada kelas MotoGP saja, Rossi mencatatkan 89 kemenangan, sedangkan Marquez berada di posisi kedua dengan 73 kemenangan. Dengan jumlah kemenangan yang sama, Marquez berpeluang menyamai rekor tersebut, dan bahkan melampauinya apabila mampu meraih 17 kemenangan dalam satu musim. Peluang lain yang mengemuka adalah rekor juara dunia beruntun tertua di MotoGP. Jika Marquez kembali meraih gelar bersama Ducati, maka ia akan melewati rekor milik Rossi, yang menjuarai MotoGP pada 2008 dan 2009 di usia 29 dan 30 tahun. Marquez sendiri kini telah tercatat sebagai juara MotoGP tertua pada usia 32 tahun. Sementara itu, untuk urusan fastest lap, Rossi masih unggul tipis dengan 76 catatan tercepat dibanding 72 milik Marquez. Konsistensi Panjang Meski demikian, ada satu catatan yang diperkirakan masih sulit dikejar dalam waktu dekat, yakni jumlah podium. Di semua kelas, Rossi mengoleksi 235 podium, sedangkan Marquez baru mencatatkan 165 podium. Selisih tersebut membuat keunggulan Rossi tetap bertahan. Kondisi serupa juga terlihat di kelas premier. Rossi telah naik podium sebanyak 199 kali, sementara Marquez mencatatkan 126 podium. Catatan ini menegaskan bahwa persaingan keduanya tidak hanya soal gelar, tetapi juga tentang konsistensi panjang dalam sejarah MotoGP. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang