Honda Prospect Motor memberikan tanggapan terkait dorongan percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Billy menyampaikan, Honda secara global memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung pengurangan emisi karbon, termasuk melalui pengembangan kendaraan elektrifikasi. “Honda memiliki komitmen global untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, baik untuk produk maupun operasional perusahaan,” ujar Billy kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2026). Honda Step WGN e:HEV dalam ajang Merapah Trans Jawa 2026 Menurut dia, komitmen tersebut dijalankan melalui berbagai teknologi yang dikembangkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen serta kesiapan ekosistem di masing-masing pasar. “Komitmen ini kami jalankan melalui berbagai teknologi yang dikembangkan dan diterapkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan konsumen dan kesiapan ekosistem di masing-masing pasar, termasuk Indonesia,” kata dia. Untuk pasar Indonesia, Honda menyebut masih terus mempelajari perkembangan yang ada, sekaligus berkoordinasi dengan prinsipal guna menghadirkan produk yang sesuai. “Untuk di Indonesia, kami akan terus mempelajari perkembangan pasar dan berkomunikasi dengan prinsipal agar dapat menghadirkan model yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di sini,” ujar Billy. Ia menambahkan, dalam jangka dekat Honda masih melihat teknologi hybrid sebagai bagian dari langkah transisi menuju elektrifikasi. “Termasuk dengan memperkuat peran model hybrid sebagai langkah transisi menuju era elektrifikasi,” kata dia. Meski demikian, Honda memastikan tetap akan menghadirkan kendaraan listrik di masa mendatang, dengan pendekatan yang disesuaikan karakter pasar Indonesia. Honda Luncurkan 4 Penyegaran Sekaligus “Ke depan kami juga akan memperkenalkan model-model EV yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan teknologi khas Honda,” ucap Billy. Pernyataan Honda tersebut muncul di tengah dorongan pemerintah yang ingin mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Presiden Prabowo sebelumnya menilai sejumlah pabrikan otomotif, khususnya dari Jepang, masih terlihat berhati-hati dalam mendorong pengembangan mobil listrik. Ia juga menekankan pentingnya membangun industri kendaraan listrik nasional yang terintegrasi, termasuk dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti tenaga surya. “Saya ingin total listrik. Dan listriknya dari matahari,” kata dia. Menurut Prabowo, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang