Fenomena antrean panjang kendaraan di SPBU untuk mendapatkan BBM bersubsidi belakangan menjadi perhatian. Tak jarang, pada jam-jam sibuk berangkat atau pulang kerja, antrean ini mengular sampai keluar SPBU di beberapa lokasi. Kondisi ini membuat sebagian pengguna sepeda motor mulai mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar, termasuk saya pemilik Yamaha NMAX. Yamaha NMAX 155, termasuk varian NMAX Turbo, memiliki kapasitas tangki bahan bakar 7,1 liter. Dengan harga Pertamax saat ini sebesar Rp 16.250 per liter, biaya yang dibutuhkan untuk mengisi tangki hingga penuh mencapai Rp 115.375 dari posisi tangki kosong. Sebagai perbandingan, ketika harga Pertamax masih Rp 12.300 per liter, biaya isi penuh hanya sekitar Rp 87.330. Artinya, kini pemilik NMAX harus merogoh kocek tambahan Rp 28.045 atau 32,1 persen lebih mahal setiap kali mengisi tangki penuh. Sementara itu, jika menggunakan Pertalite dengan harga Rp 10.000 per liter, biaya pengisian penuh hanya Rp 71.000. Selisihnya mencapai Rp 44.375 atau ada gap 62,5 persen dibandingkan Pertamax. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku per 10 Juni. Hemat Biaya, tetapi Harus Siap Antre Selisih harga tersebut tentu cukup menggiurkan bagi sebagian pemilik motor, apalagi jika frekuensi pengisian bahan bakar cukup sering. Namun, kondisi di lapangan saat ini menunjukkan antrean di dispenser Pertalite umumnya lebih panjang dibandingkan Pertamax. Akibatnya, waktu yang dihabiskan untuk mengisi BBM bisa jauh lebih lama, terutama pada jam sibuk seperti pagi sebelum bekerja atau sore saat pulang kantor. Bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, waktu yang hilang akibat mengantre juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Dalam kondisi tertentu, memilih Pertamax dengan antrean yang relatif lebih singkat bisa menjadi pilihan yang lebih praktis meski biaya pengisian lebih mahal. Test ride Yamaha Nmax Turbo NMAX Tetap Disarankan Minum Pertamax Selain soal biaya dan waktu, pemilik NMAX juga perlu mempertimbangkan spesifikasi mesin. Yamaha NMAX menggunakan mesin 155 cc dengan rasio kompresi 11,6:1, yang dirancang untuk menggunakan bahan bakar beroktan lebih tinggi. Dalam kondisi darurat, mesin memang masih dapat menggunakan bensin beroktan 90 seperti Pertalite. Namun, penggunaan secara terus-menerus tidak disarankan karena berpotensi menurunkan performa mesin serta memicu terbentuknya kerak karbon di ruang bakar. Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan pemilik kendaraan. Menggunakan Pertalite memang dapat mengurangi pengeluaran setiap kali mengisi BBM, tetapi pemilik juga perlu mempertimbangkan waktu antre di SPBU serta kebutuhan mesin dalam jangka panjang.