Menjual kendaraan di segmen mobil penumpang (passenger car) memerlukan pendekatan khusus, terutama saat menyasar konsumen yang baru pertama kali ingin membeli mobil (first buyer). Hal ini menjadi perhatian PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) saat memasarkan SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbarunya, DFSK E5 Plus. Pabrikan membeberkan strategi khusus untuk meyakinkan calon konsumen di segmen tersebut. Pembeli Pertama DFSK E5 Plus Chief Executive Officer (CEO) PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menjelaskan, pembeli mobil pertama memiliki karakter dan prioritas yang berbeda dibanding pembeli mobil kedua atau ketiga. "Untuk membeli mobil pertama, umumnya mereka itu sangat memperhatikan ada tiga hal: harga pembelian awal, harga jual kembali, dan biaya perawatan. Tiga itu selalu menjadi faktor penentu," ujar Alexander kepada Kompas.com belum lama ini. Alexander menilai, jika pabrikan sanggup menjawab dan memberikan rasa aman terhadap tiga poin utama tersebut, maka konsumen mobil pertama tidak akan ragu untuk melakukan transaksi. Harga dan Garansi Guna memberikan kenyamanan bagi konsumen mobil pertama, DFSK merancang skema penawaran E5 Plus yang kompetitif untuk menekan tiga kekhawatiran tersebut. Dari sisi harga pembelian awal, DFSK E5 Plus dibanderol dengan harga Rp 479 juta hingga Rp 499 juta, yang dinilai masuk akal untuk sebuah SUV berteknologi plug-in hybrid. Sementara untuk memberikan kepastian biaya operasional dan ketenangan jangka panjang, DFSK membekali E5 Plus dengan garansi baterai serta kepastian biaya servis. "Untuk pembeli pertama, kita berikan kenyamanan ini. Makanya kita berikan jaminan baterai delapan tahun atau 150.000 kilometer, serta biaya untuk perawatan juga kita berikan," kata Alexander. Selain itu, efisiensi konsumsi bahan bakar yang diklaim mampu mencapai 80 kilometer per liter dalam mode kombinasi dinilai menjadi daya tarik kuat untuk menekan biaya operasional harian konsumen.