Di tengah tren sejumlah merek otomotif yang agresif menghadirkan varian murah, Mitsubishi justru menghadapi kondisi berbeda. Pabrikan berlambang tiga berlian itu mengungkapkan, permintaan konsumen di Indonesia masih didominasi oleh varian tertinggi, sementara varian dengan harga lebih terjangkau porsinya relatif kecil. Director of Sales & Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro mengatakan, karakter konsumen Mitsubishi cenderung memilih varian atas dibandingkan varian bawah. Mitsubishi Xpander di IIMS 2026 “Kecenderungannya kalau di Mitsubishi itu memang justru top variannya yang lebih banyak demand-nya,” kata Irwan di JIExpo Kemayoran, Jakarta (9/2/2026). Meski demikian, Irwan menegaskan, varian murah bukan tanpa peminat sama sekali. Namun, pasar utamanya berbeda dengan konsumen ritel. “Tapi untuk varian-varian bawah itu juga ada demand-nya, terutama untuk fleet ya. Fleet itu untuk perusahaan, rental, operational, mobil operasional itu ada demand-nya,” ujar Irwan. Mitsubishi Xpander di IIMS 2026 “Tapi kalau untuk retail, kecenderungannya untuk Mitsubishi memang top varian yang lebih banyak,” ucapnya. Kondisi tersebut tercermin jelas pada Mitsubishi Xpander. Menurut Irwan, kontribusi varian murah MPV andalan tersebut tergolong kecil. “Xpander mungkin sekitar 20 persen, dan 20 persen itu untuk segmen yang kita bilangnya fleet ya. Jadi untuk mobil perusahaan, rental, seperti itu. Ya, tipe Exceed ataupun GLS,” ujarnya. Ilustrasi booth Mitsubishi di GJAW 2024 Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Mitsubishi Xpander sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 25.024 unit. Dengan kontribusi varian murah sekitar 20 persen, maka penjualan Xpander varian bawah diperkirakan hanya berkisar 5.000-an unit. Pola serupa juga terjadi pada Mitsubishi Destinator. Irwan mengungkapkan, penjualan model ini juga lebih banyak disumbang oleh varian atas. Isi booth Mitsubishi di GIIAS 2024 “Yang Destinator mainnya juga yang top-nya. Yang varian rendahnya sedikit, sekitar 20 persen tadi kisaran. Karena itu memang komposisi penjualan kita 20 persen untuk fleet,” ujar Irwan. Mengacu pada data Gaikindo, penjualan Mitsubishi Destinator selama Januari–Desember 2025 tercatat sebanyak 10.415 unit. Dengan porsi varian murah sekitar 20 persen, penjualannya diperkirakan berada di angka kurang lebih 2.000 unit. Data tersebut menunjukkan, meski varian murah tetap memiliki pasar, kontribusinya terhadap total penjualan Mitsubishi relatif kecil. Bagi Mitsubishi, kondisi ini sekaligus menegaskan karakter konsumennya yang lebih mengutamakan kelengkapan fitur dan spesifikasi, dibanding sekadar harga paling terjangkau. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang