Jetour T2 Jetour T2 menjadi SUV pendatang baru di Indonesia yang langsung menarik perhatian lewat desain off-road modern dan spesifikasi bertenaga. Namun bagi konsumen perkotaan seperti Jakarta, daya tarik sebuah SUV juga ditentukan oleh biaya pemakaian Jetour T2. Dipasarkan dengan harga Rp568.000.000 menurut informasi resmi yang diperoleh VIVA Otomotif Sabtu 24 Januari 2026, Jetour T2 mengusung mesin 2.0 T-GDI bertenaga 245 PS dengan sistem Realtime 4WD. Karakter ini membuatnya cocok bagi pengguna yang menginginkan performa, tetapi tetap perlu dihitung dari sisi pengeluaran rutin.Konsumsi BBM Jetour T2 berada di kisaran 9–11 km per liter dalam penggunaan normal. Angka tersebut tergolong wajar untuk SUV 4WD bermesin 2.0 turbo dengan dimensi dan bobot yang cukup besar. Dengan asumsi jarak tempuh harian sekitar 30 kilometer di Jakarta, total jarak bulanan mencapai kurang lebih 900 kilometer. Kebutuhan BBM berada di kisaran 82–100 liter per bulan, yang setara dengan Rp820 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung kondisi lalu lintas dan gaya berkendara. Interior Jetour T2 Dari sisi kewajiban tahunan, Jetour T2 memiliki NJKB Rp295.000.000. Dengan skema Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta, pajak tahunannya berada di kisaran Rp6 jutaan, atau sekitar Rp500 ribu per bulan jika dirata-ratakan. Biaya perawatan menjadi salah satu keunggulan SUV ini pada masa awal kepemilikan. Jetour memberikan gratis servis dan suku cadang selama 3 tahun, sehingga pemilik tidak perlu mengalokasikan dana rutin untuk perawatan berkala dalam periode tersebut. Selain itu, Jetour juga membekali T2 dengan garansi mesin 10 tahun atau 1 juta kilometer, serta garansi kendaraan 6 tahun tanpa batas jarak tempuh. Paket ini memberi rasa aman bagi pengguna harian yang mengandalkan mobil untuk aktivitas intens di kota besar.Jika dijumlahkan, total biaya pemakaian Jetour T2 per bulan di Jakarta pada tiga tahun pertama berada di kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta per bulan. Angka tersebut sudah mencakup BBM dan pajak, namun belum termasuk biaya parkir dan tol yang sifatnya sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.Biaya tambahan seperti parkir dan tol umumnya berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan untuk mobilitas harian di Jakarta. Dengan demikian, total pengeluaran bulanan bisa mendekati Rp1,6 juta hingga Rp2 juta, tergantung pola penggunaan.