Kenaikan harga bahan baku plastik mulai menjadi perhatian di industri otomotif, termasuk bagi merek Harley-Davidson. Material ini memiliki peran penting dalam konstruksi sepeda motor modern, mulai dari bodi hingga berbagai panel penunjang. Ketika harganya naik, biaya produksi pun berpotensi ikut terdongkrak. Namun, hingga saat ini, dampaknya belum langsung dirasakan pada harga jual motor Harley-Davidson di Indonesia. Davidson Sportster S 2025 “Saat ini kami belum menyesuaikan dengan tadi (kenaikan biaya bahan baku plastik). Kalau misalnya tentunya ini yang sesaat ini harga built up apa yang kita buat tentunya dengan kondisi saat ini,” ujar Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly di Jakarta (20/4/2026). Ia menegaskan bahwa perhitungan harga saat ini masih mengacu pada kondisi biaya yang berlaku, sehingga belum ada penyesuaian langsung akibat lonjakan harga plastik. Meski demikian, Irvino mengakui bahwa faktor lain justru lebih terasa dampaknya, yakni fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Ilustrasi servis motor Harley-Davidson “Faktor utama yang sekarang sedikit memengaruhi tentunya forex (kurs mata uang asing). Walaupun kita masih bisa maintain atau kita naikkan sedikit supaya Harley ini bisa tetap aksesibel, tapi tentunya dengan forex itu sendiri yaitu sesuatu yang di luar daripada kemampuan kita,” kata dia. Artinya, meskipun tekanan dari sisi bahan baku mulai muncul, variabel eksternal seperti kurs masih menjadi penentu utama dalam pembentukan harga. Di pasar Indonesia, harga motor Harley-Davidson saat ini memang berada di segmen premium. Per April 2026, banderolnya berkisar mulai dari Rp 400 jutaan hingga mencapai Rp 1,3 miliar, tergantung model dan kebijakan diler. Ilustrasi motor Harley-Davidson di diler Anak Elang Jakarta Untuk model entry-level seperti Harley-Davidson Sportster S dan Harley-Davidson Nightster, harga ditawarkan mulai Rp 400 jutaan hingga Rp 600 jutaan. Sementara itu, lini Touring yang menjadi favorit konsumen seperti Harley-Davidson Road Glide dan Harley-Davidson Street Glide dipasarkan di kisaran Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar. Dengan kondisi tersebut, Harley-Davidson tampaknya masih berupaya menjaga harga tetap kompetitif di tengah tekanan biaya. Kenaikan harga bahan baku plastik memang berpotensi memengaruhi biaya produksi, namun sejauh ini belum menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga ke konsumen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang