Harga plastik naik gila-gilaan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta (bahan baku utama plastik). Apakah melonjaknya harga plastik berpengaruh ke sektor otomotif?Dijelaskan Deputy Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi, kenaikan harga bahan baku plastik bisa saja berpengaruh ke industri otomotif. Tapi untuk saat ini, pabrikan masih berupaya mengendalikan situasi tersebut agar tetap stabil. "Kalau harga plastiknya naik, (apakah) pengaruhnya ada? Ya kemungkinan ada ya. Mungkin akan ada pengaruhnya, namun apa ada pengaruhnya ke harga (mobil)? Kalau harga itu beda ya, kalau harga kan banyak komponen-komponen lain yang berpengaruh di situ, ada juga strategi pricing gitu," bilang Rokky di arena GIICOMVEC 2026, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini."Untuk harga, bisa dibilang saat ini sih tidak ada kenaikan harga (mobil baru). Saat ini kami masih belum akan ada kenaikan harga gitu ya. Jadi masih terkendali," tambah Rokky.Sejauh ini kenaikan harga bahan baku plastik telah dirasakan oleh para pedagang UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Bahkan kenaikan harga plastik bisa mencapai 100%."Sekarang parah sih, biasa beli Rp 20.000 - 25.000, sekarang Rp 40.000," kata penjual bakmi Jawa, Bagas, saat membeli thinwall di Pasar Gondangdia, Kamis (9/4/2026), seperti dikutip dari detikFinance.Hal serupa juga disampaikan oleh Naya, pemilik warung nasi di dekat Stasiun Gondangdia, yang datang ke pasar untuk membeli wadah styrofoam yang ternyata juga ikut mengalami kenaikan."Ini (styrofoam) naik juga lah. Ini yang isi 100 biasanya Rp 30.000, ini Rp 40.000," ucap Naya.