SPBU Shell belakangan ini kembali menjadi sorotan, karena pasokan BBM yang langka. Untuk diketahui, mulai tahun ini, SPBU Shell juga akan berganti kepemilikan. Beberapa waktu lalu, SPBU Shell mengalami kelangkaan untuk jenis BBM Super, V-Power, dan V-Power Nitro+. Belakangan ini, kelangkaan terjadi juga untuk jenis BBM V-Power Diesel. Shell Indonesia mengalami kelangkaan karena kuota impor yang sudah habis. Selanjutnya, Shell Indonesia ditawari oleh pemerintah untuk membeli base fuel melalui Pertamina Patra Niaga. Berdasarkan informasi per tanggal 16 Februari 2026 pagi, dikutip dari situs resmi Shell Indonesia, Shell Super hanya bisa ditemukan di SPBU Shell Jawa Timur, yakni di SPBU Shell Lamongan 1 di Lamongan dan SPBU Shell Gajah Mada 1 di Mojokerto. Stok BBM di SPBU Shell Kelapa Gading Jakarta Utara kosong. Shell Indonesia sempat mengumumkan pembahasan mengenai pembelian base fuel melalui Pertamina Patra Niaga sudah memasuki tahap akhir. Shell Super sempat kembali dipasarkan, namun hanya beberapa bulan saja dan kembali langka. Melalui keterangan resminya, Shell Indonesia menyebutkan bahwa telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Pihak pembeli akan menjadi perusahaan patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Untuk diketahui, Citadel merupakan pemegang lisensi merek Shell di Guam, Saipan, Republik Palau, Makau, dan Hong Kong. Sedangkan Sefas Group adalah distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. Stok BBM di SPBU Shell di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, kembali tersedia. "Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga penyelesaian proses pengalihan kepemilikan ini yang diharapkan terjadi pada tahun depan," tulis Shell Indonesia. "Setelah proses pengalihan kepemilikan ini selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, produk BBM akan dipasok melalui Shell dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi," tulis Shell Indonesia. Shell Indonesia belum memberikan tanggapan terbarunya. Belum diketahui apakah kelangkaan BBM Shell yang terjadi belakangan ini dikarenakan proses peralihan kepemilikan tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang