Antrean kendaraan di dispenser Pertalite belakangan semakin sering terlihat di sejumlah SPBU. Fenomena ini diduga dipicu banyak pemilik kendaraan yang beralih dari Pertamax ke Pertalite setelah selisih harga kedua BBM tersebut melebar. Saat ini, harga Pertalite masih dipatok Rp 10.000 per liter, sedangkan Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter. Selisih Rp 6.250 per liter membuat biaya pengisian tangki kendaraan menjadi jauh lebih murah jika menggunakan Pertalite, sehingga tidak sedikit pengendara yang memilih turun kelas bahan bakar. Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan Pertalite. Ilustrasi Pertalite. Meski dapat mengurangi pengeluaran harian, penggunaan BBM dengan angka oktan lebih rendah ternyata memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menilai penggunaan Pertalite (RON 90) menghasilkan emisi gas buang lebih tinggi dibanding bensin dengan kualitas yang lebih baik. Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan, kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat pencemaran udara dari kendaraan bermotor. Ilustrasi asap knalpot "Polusi udara masih tinggi, sebab banyak kendaraan masih mengonsumsi BBM yang memiliki oktan rendah, meski memang harga BBM jenis tersebut paling murah," kata Ahmad Safrudin alias Puput, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik dapat membantu menekan emisi kendaraan, khususnya pada mesin-mesin modern yang memang dirancang menggunakan bahan bakar beroktan lebih tinggi. Ruang Mesin Corolla Cross Hybrid Facelift 2025 Tak Ideal untuk Mesin Modern Menurut Puput, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang menyediakan bensin dengan kualitas relatif rendah untuk penggunaan massal. Padahal, sebagian besar kendaraan keluaran terbaru telah dirancang untuk menggunakan bensin minimal RON 91 atau RON 92 agar pembakaran berlangsung lebih sempurna. Karena itu, KPBB sejak beberapa tahun terakhir mendorong pemerintah melakukan transisi menuju BBM yang lebih ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kualitas BBM yang ada di SPBU sudah sesuai standar yang ditetapkan. Kualitas BBM Perlu Menjadi Prioritas KPBB menilai peningkatan kualitas BBM merupakan langkah penting untuk memperbaiki kualitas udara nasional. Puput juga mengatakan, kebijakan penyediaan BBM seharusnya tidak hanya mempertimbangkan harga jual, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Menurut dia, penyediaan BBM dengan kandungan sulfur rendah dan angka oktan yang lebih tinggi akan mendukung penerapan standar emisi Euro 4 yang saat ini telah diberlakukan pada kendaraan baru.