Kenaikan harga Pertamax bikin penggunanya terpikir untuk beralih menggunakan Pertalite. Sebab, harganya jauh lebih murah.Harga Pertamax ujug-ujug naik per 10 Juni 2026. Sebelum kenaikan, BBM RON 92 Pertamina itu masih dibanderol Rp 12.300 per liter. Namun kini, satu liter Pertamax harganya Rp 16.250. Kenaikan harga tersebut membuat pengguna Pertamax jadi terpikir untuk beralih menggunakan BBM dengan kandungan RON lebih rendah yakni Pertalite. Sebab, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite cukup jauh yakni mencapai Rp 6.250 per liternya. Salah seorang pengguna Pertamax bernama Arif menyebut dia berencana beralih menggunakan Pertalite karena biayanya lebih rendah."Dengan tiba-tiba baru naik tadi malam, kaget sih saya sebagai karyawan swasta sebagai warga biasa yang di mana setiap hari menggunakan Pertamax jadi terpaksa harus pindah ke Pertalite karena mungkin harganya signifikan untuk kenaikannya," ucap Arif ditemui detikOto di SPBU Pertamina.Senada dengan Arif, wanita bernama Fitri juga hendak mengganti bahan bakar yang digunakan dari Pertamax menjadi Pertalite. Meski begitu, Fitri menyebut tak terus menerus bakal menggunakan Pertalite."Ya ganti-gantian (Pertamax-Pertalite) lah, karena kan motor butuh bensin yang ini (Pertamax) sih biar awet," ujar dia.Sementara itu, pengguna Pertamax lainnya bernama Kevin tak berniat mengganti bahan bakar untuk motornya. Dia masih setia menggunakan Pertamax sekalipun harganya naik cukup signifikan."Nggak sih (beralih ke Pertalite) soalnya kan oktannya juga lebih jelek, jadi kaya masih tetap di Pertamax walaupun kaget juga sih BBM ini langsung naik begitu aja tanpa ada pemberitahuan apa-apa," ujar dia.Untuk diketahui, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat."Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resminya.