Masa depan Fabio Quartararo bersama Yamaha menjadi teka-teki besar. Saat perjuangan Yamaha mengembangkan mesin V4, 'El Diablo' menjawab rumor kepindahannya ke Honda pada musim 2027.Kontrak pebalap asal Prancis ini memang terus menjadi perbincangan panas di paddock. Quartararo akhirnya memberikan jawaban blak-blakan. Quartararo tidak menampik bahwa pihak manajemennya sudah mulai bergerak mencari opsi untuk musim depan. Secara mengejutkan, ia mengonfirmasi bahwa Honda adalah salah satu tim yang sedang dijajaki."Aku tidak bisa kasih tahu banyak. Satu hal yang perlu diketahui, tidak satupun yang sudah ditandatangani," ujar Quartararo dikutip dari situs MotoGP."Kami memang ngobrol dengan beberapa tim, dan Honda salah satunya," sambungnya mempertegas spekulasi yang beredar.Meski mengakui adanya komunikasi dengan pabrikan lain, juara dunia MotoGP 2021 ini menegaskan bahwa sejauh ini belum ada kesepakatan final yang terjalin. Ia tampak masih ingin melihat sejauh mana perkembangan mesin V4 Yamaha sebelum mengetok palu."Tapi hari ini belum ada yang selesai," ceplos dia.Saat ditanya mengenai kapan dirinya akan mengumumkan keputusan masa depannya, Quartararo mengaku tidak memiliki tenggat waktu khusus. Ia memilih bersikap tenang meski bursa transfer pebalap mulai memanas."Tidak ada deadline, kita harus pertimbangkan segala opsi," pungkasnya singkat.Diberitakan Motorsport, juara MotoGP 2021 itu telah mengikat kesepakatan kontrak dua tahun (2027-2028) bersama pabrikan sayap mengepak. Tentunya ini menjadi kabar menggemparkan. Sebab El Diablo selama ini dikenal sangat identik dan loyal dengan Yamaha sejak menjalani debut di balap kelas premier pada 2019.Keputusan Quartararo menyeberang ke tim rival rasanya menjadi hal yang wajar. Sebab bagaimanapun, Quartararo adalah pebalap bertalenta yang haus gelar. Jika dia terus bertahan di Yamaha, peluang juara dia sangat kecil karena Yamaha YZR-M1 saat ini jadi motor paling lambat di lintasan. Bahkan Yamaha terakhir kali naik podium pada 2022.Yamaha memang telah berupaya keras mengembangkan motor dengan merekrut insinyur-insinyur Eropa, bahkan merombak M1 dengan beralih ke konfigurasi mesin V4. Tapi, hal itu tampaknya belum membuat Quartararo puas.Di sisi lain proyek Honda RC213V yang sekarang dipimpin oleh mantan direktur teknik Aprilia, Romano Albesiano, telah membuat kemajuan lebih besar baru-baru ini dibanding Yamaha.Kemenangan tahun lalu ditambah tiga podium di lintasan kering (satu untuk Zarco, kemudian dua untuk Joan Mir) membantu Honda naik peringkat konsesi, dari D ke C, buat tahun 2026.