Mesin diesel sering dianggap lebih mudah dirawat dibanding mesin bensin, namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa kelebihan, tetapi juga kekurangan yang perlu dipahami. Salah satu keunggulan mesin diesel adalah tidak menggunakan busi. Hal ini membuat jumlah komponen pada sistem pengapian lebih sedikit, sehingga potensi kerusakan dari bagian tersebut lebih rendah. Selain itu, mesin diesel terkenal lebih kuat dan tahan lama. Karakter torsinya besar di putaran rendah membuat mesin tidak perlu bekerja terlalu keras dalam penggunaan harian. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan meski mudah dirawat bukan berarti mesin diesel tetap prima tanpa perawatan berkala. “Dari sisi perawatan rutin, mesin diesel cenderung lebih sederhana. Tidak perlu penggantian busi atau pengecekan sistem pengapian secara berkala seperti pada mesin bensin,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Rabu (8/4/2026). Namun, mesin diesel modern memiliki sistem bahan bakar yang kompleks, seperti common rail. Sistem ini sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar dan kebersihan filter. GWM Tank 300 Diesel Jika terjadi kerusakan pada komponen seperti injektor atau pompa bahan bakar, biaya perbaikannya bisa cukup mahal. Inilah salah satu kekurangan utama mesin diesel. “Apalagi banyak orang yang masih pakai biosolar untuk mobil diesel, ini justru harus diperhatikan betul-betul penggantian filter solarnya,” ucap Imun. Oleh karena itu, mesin diesel bukan berarti bebas perawatan. Justru pemilik harus disiplin menjaga kualitas bahan bakar dan rutin mengganti filter agar sistem tetap awet. Toyota Turbo Trail Cruiser “Salah satu dampak mobil diesel tak dirawat dengan baik, adalah bisa mengalami diesel runaway, ini kondisi berbahaya ketika mesin diesel berputar sendiri tanpa kontrol,” ucap Imun. Putaran mesin naik tinggi meski pedal gas tidak diinjak dan kunci kontak sudah dimatikan. Fenomena ini terjadi karena mesin diesel tidak membutuhkan busi. Selama masih ada bahan bakar dan udara, proses pembakaran tetap berlangsung secara alami. “Penyebab paling umum diesel runaway adalah oli mesin yang masuk ke ruang bakar. Oli tersebut ikut terbakar dan berfungsi seperti bahan bakar tambahan,” ucap Imun. Kondisi ini sering dipicu oleh kerusakan pada turbo, terutama seal yang bocor. Akibatnya, oli tersedot ke dalam sistem intake dan masuk ke ruang pembakaran. Selain itu, injektor yang macet terbuka juga bisa menyebabkan suplai bahan bakar berlebih. Hal ini membuat mesin terus “diberi makan” tanpa kontrol. “Dampak diesel runaway sangat serius, mulai dari over-rev hingga kerusakan total mesin. Komponen internal seperti piston dan stang seher bisa jebol,” ucap Imun. Untuk menghentikannya, mematikan kontak saja tidak cukup. Cara darurat adalah menutup jalur udara agar proses pembakaran terhenti karena kehabisan oksigen. Pencegahan penting dilakukan dengan rutin mengecek turbo, sistem injeksi, dan level oli. Perawatan yang baik dapat mengurangi risiko terjadinya diesel runaway. Jadi, meski terkenal bandel mobil diesel tetap membutuhkan perawatan rutin agar performa tetap prima dan aman untuk dioperasikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang