Wuling Darion PHEV hadir sebagai varian elektrifikasi terbaru di segmen MPV medium. Model ini memadukan mesin bensin dengan motor listrik yang bekerja sesuai kebutuhan daya dan kondisi jalan. Secara teknis, Darion PHEV mengandalkan mesin bensin 1.490 cc Naturally Aspirated berteknologi Atkinson Cycle, berpadu dengan motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi 230 Nm. Wuling Cortez Darion PHEV Mesin konvensionalnya sendiri menghasilkan 105 Tk pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm. Keduanya dihubungkan melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT), sistem transmisi pintar yang memastikan perpindahan tenaga berjalan halus dan efisien. Sistem ini memungkinkan Darion PHEV beroperasi dalam tiga mode berbeda, yaitu EV murni, hybrid paralel, dan hybrid seri, secara otomatis menyesuaikan kebutuhan pengemudi. Test drive Wuling Cortez Darion PHEV EV Jadi Prioritas Product Planning Officer Wuling Motors, Aji Ibrahim, menjelaskan bahwa sistem pada Darion PHEV akan selalu mengutamakan motor listrik lebih dulu saat kedua sumber energi dalam kondisi penuh. “Jadi kalau nanti teman-teman mengoperasikan PHEV dalam kondisi bensin dan baterai terisi penuh, sistem tetap akan menggerakkan motor listrik atau EV terlebih dahulu," kata Aji saat peluncuran belum lama ini. Aji menerangkan bahwa EV akan bekerja lebih dulu. Baru kemudian pengguna bisa melakukan pengaturan, apakah mau menggunakan listrik murni, hybrid paralel, dan atau hybrid seri. Wuling Cortez Darion PHEV "Meskipun memilih mode hybrid, kalau baterainya 100 persen, kendaraan tetap akan berjalan dengan mode EV terlebih dahulu sampai batas sekitar 35 persen, selama force retention tidak diaktifkan," katanya. "Namun, jika langsung memilih mode EV, maka sistem akan menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 18 persen state of charge (SOC)," katanya. "Setelah itu, secara otomatis kendaraan akan berpindah ke mode hybrid. Dalam mode hybrid, mesin bensin akan ikut bekerja sekaligus mengisi kembali baterai hingga 35 persen, jika force retention tidak diaktifkan," ujarnya. Kalau force retention yaitu pengatur kapasitas baterai minimum agar daya listrik tidak habisdiaktifkan, kata Aji, pengguna bisa mengatur sendiri berapa persen SOC yang diinginkan, mulai dari 35 persen hingga 70 persen. Wuling Cortez Darion PHEV Jarak Tempuh Tenaga listrik Darion PHEV bersumber dari baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP), yang mampu membawa mobil melaju hingga 125 km dalam mode EV murni (CLTC). Selain itu, kapasitas tangki bensin 52 liter membuat total jarak tempuh Darion PHEV jauh lebih panjang dibandingkan versi listrik murninya, Darion EV. Sama seperti varian EV, sistem penggerak mobil ini Front Wheel Drive (FWD), dengan suspensi depan McPherson dan belakang Multi-link Independent, menjaga kenyamanan berkendara baik di dalam maupun luar kota. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.