Mobil listrik dikenal memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan mobil bermesin konvensional. Meski begitu, bukan berarti kendaraan listrik tidak membutuhkan servis sama sekali. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan anggapan bahwa mobil listrik minim perawatan memang benar. Hal ini karena konstruksi motor listrik lebih sederhana dan tidak memiliki banyak komponen bergerak seperti mesin pembakaran internal. “Iya, mobil listrik itu perawatannya jauh lebih sedikit. Olinya cuma gear oil, minyak rem, coolant, dan oli kompresor AC,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal, mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter udara, maupun busi. Komparasi tiga mobil listrik murah di GIIAS 2026 Selain itu, sistem pengereman pada mobil listrik juga cenderung lebih awet. Pasalnya, fitur regenerative braking membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengurangi beban kerja rem konvensional. Namun, bukan berarti mobil listrik bebas dari perawatan. Sejumlah komponen seperti baterai, sistem pendingin, dan inverter tetap perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan kinerjanya tetap optimal. Perangkat lunak pada kendaraan listrik juga perlu diperbarui secara berkala. Proses tersebut umumnya dilakukan melalui bengkel resmi sesuai dengan rekomendasi pabrikan. “Yang penting tetap cek sistem kelistrikannya dan jangan abaikan coolant atau pelumas di bagian motor listrik. Meski enggak serumit mobil bensin, tetap ada servisnya,” ujar Lung Lung. Menurut dia, pemilik mobil listrik sebaiknya tetap mengikuti jadwal perawatan yang ditetapkan pabrikan. Meski interval servis lebih jarang dan biaya perawatannya relatif lebih murah, pemeriksaan rutin tetap diperlukan. Dengan melakukan perawatan sesuai jadwal, performa mobil listrik dapat tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada komponen penting. “Servisnya lebih simpel dan hemat, tapi tetap jangan lalai. Namanya juga mesin, tetap perlu dirawat,” kata Lung Lung.