Bahan bakar minyak (BBM) hasil pengolahan sampah plastik yang diproduksi Bank Sampah Banjarnegara (BSB) ternyata tidak hanya digunakan oleh masyarakat di sekitar lokasi. Produk yang dihasilkan melalui teknologi pirolisis tersebut juga telah menarik konsumen dari daerah lain, mulai dari komunitas nelayan hingga petani di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pengurus BSB, Muntoha, mengatakan, konsumen produknya berasal dari sejumlah daerah di sekitar Banjarnegara. "Kalau konsumen kami, sebenarnya sudah banyak yang jauh-jauh," ujar Muntoha, salah satu pengurus BSB, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Dibeli Nelayan Hingga Petani Menurut Muntoha, sejumlah konsumen datang dari Kebumen. BSB juga pernah melayani pembelian dari komunitas nelayan serta petani yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. "Beberapa dari teman-teman dari Kebumen, dari komunitas nelayan juga pernah beli ke sini. Terus dari petani Dataran Tinggi Dieng juga beli ke sini. Tapi, kami prioritas tetap petani lokal di sini," kata Muntoha. Produk tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan mesin diesel. Muntoha mengatakan, penggunaan BBM hasil pengolahan sampah plastik di kalangan konsumen BSB antara lain untuk mesin pertanian dan kendaraan roda empat. "Karena produk kami setaranya setara solar, digunakan untuk mesin-mesin diesel. Kalau di kami sih, rata-rata digunakan untuk mesin-mesin pertanian dan kendaraan roda empat yang notabene menengah ke atas," ujarnya. Penggunaan pada mesin pertanian menjadi salah satu pemanfaatan yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat di Banjarnegara. Wilayah tersebut memiliki banyak aktivitas pertanian, termasuk di kawasan dataran tinggi. Disebut Setara RON 98 Selain produk yang setara solar untuk mesin diesel, BSB juga menghasilkan produk yang disebut memiliki karakteristik seperti BBM untuk mesin bensin. Pasalnya, Muntoha menambahkan, BBM yang dihasilkan dari sampah plastik tersebut memiliki nilai oktan alias RON 98. Foto Bank Sampah Banjarnegara produksi BBM Petasol dari limbah plastik. RON atau Research Octane Number merupakan angka yang menunjukkan ketahanan bahan bakar bensin terhadap gejala knocking atau pembakaran tidak terkendali di dalam mesin. Semakin tinggi angka RON, secara umum semakin tinggi pula ketahanannya terhadap knocking. Bagi BSB, keberadaan konsumen dari luar daerah menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil pengolahan sampah plastik tidak hanya berhenti pada proses produksi. Produk tersebut telah digunakan untuk sejumlah kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan mesin diesel. Di sisi lain, BSB tetap memprioritaskan petani lokal sebagai konsumen utama. Hal ini sejalan dengan tujuan awal pengembangan teknologi pirolisis, yakni mengurangi timbunan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.