Suzuki Motor Corporation mulai menguji coba kendaraan listrik berbasis pikap untuk sektor pertanian. Model yang digunakan adalah versi listrik dari Suzuki Carry, yang dikembangkan sebagai mini truck berbasis Battery Electric Vehicle (BEV).Mengutip laman Response, uji coba ini dilakukan melalui kerja sama dengan para petani di sejumlah wilayah Jepang, antara lain Kota Hamamatsu dan Kosai di Prefektur Shizuoka, Kota Toyokawa di Prefektur Aichi, serta Distrik Aso di Prefektur Kumamoto. Program demonstrasi ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu tahun.Dalam pengujiannya, Carry listrik tersebut akan digunakan buat mendukung aktivitas pertanian sehari-hari sekaligus kebutuhan mobilitas harian. Tidak hanya itu, Suzuki juga mengintegrasikan teknologi Vehicle-to-Home (V2H) dalam program ini. Lewat sistem V2H, listrik yang tersimpan di baterai kendaraan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebaliknya, kendaraan juga dapat diisi dayanya pakai sistem penyimpanan listrik di rumah. Beberapa petani yang terlibat bahkan akan mencoba mengisi daya kendaraan dari baterai rumah mereka sendiri.Selama masa uji coba, Suzuki akan mengumpulkan berbagai data penting, mulai dari penggunaan kendaraan hingga performa sistem V2H. Selain itu, masukan langsung dari para petani juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memahami kebutuhan nyata di lapangan.Melalui program ini, Suzuki ingin mengkaji potensi permintaan mobil listrik di segmen truk ringan, sekaligus mengevaluasi peluang pemanfaatan energi mandiri berbasis tenaga surya yang terintegrasi dengan baterai kendaraan.Suzuki juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sistem elektrifikasi yang efisien atau 'hemat baterai'. Fokusnya adalah menghadirkan kendaraan dengan jarak tempuh optimal, didukung baterai aman dan andal.Ke depan, hasil dari uji coba ini akan menjadi dasar bagi Suzuki untuk mengembangkan produk yang lebih praktis, ramah pengguna, serta mampu menjawab kebutuhan mobilitas dan tantangan energi di masyarakat.