Audi memperkenalkan supercar terbarunya, Audi Nuvolari. Mobil edisi terbatas ini hanya diproduksi 499 unit untuk pasar global. Audi Nuvolari diklaim sebagai mobil produksi tercepat dan paling bertenaga dalam sejarah Audi. Mobil ini mengusung sistem penggerak hybrid berperforma tinggi dengan tenaga gabungan mencapai 1.001 PS atau 987 Tk. Kecepatan maksimumnya lebih dari 350 kilometer per jam. Menariknya Nuvolari dikembangkan dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 405 hari sejak sketsa pertama hingga menjadi prototipe yang dapat dikendarai. Namun Nuvolari bukan sekadar supercar. Audi menjadikannya sebagai technology and design flagship, sekaligus gambaran mengenai arah pengembangan teknologi dan desain Audi pada masa mendatang. Audi Nuvolari CEO Audi AG, Gernot Döllner, menyebut Nuvolari sebagai technological North Star, atau model yang menjadi acuan dalam pengembangan teknologi berikutnya. “Proyek Nuvolari menunjukkan seberapa cepat kami di Audi dapat mewujudkan sebuah ide. Inilah ‘Vorsprung durch Technik’,” ujar Döllner dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026). “Nuvolari lebih dari sebuah supercar. Sebagai technological North Star, model ini memberikan arah bagi pengembangan Audi di masa depan sekaligus membawa dorongan penting bagi portofolio teknologi Audi,” katanya. Prototipe Pengembangan Audi Nuvolari dilakukan dengan proses yang lebih cepat dibandingkan pengembangan mobil pada umumnya. Dalam waktu 405 hari, Audi membawa proyek ini dari sketsa awal hingga menjadi prototipe yang sudah bisa dikendarai. Audi Nuvolari Untuk mempercepat proses tersebut, Audi membentuk tim khusus yang terdiri dari desainer, engineer, spesialis aerodinamika, dan tim powertrain. Tim bekerja secara lintas disiplin dengan jalur komunikasi yang lebih singkat sehingga keputusan dapat dibuat lebih cepat. Konsep awal dikerjakan di Ingolstadt, Jerman, kemudian dilanjutkan dengan pengujian cuaca dingin di Lapland. Audi juga mengembangkan konstruksi ringan di Neckarsulm dan melakukan pengujian aerodinamika menggunakan wind tunnel di Ingolstadt. Setelah itu, karakter berkendara Nuvolari disempurnakan melalui suspension tuning di Spanyol. Mobil kemudian menjalani pengujian kecepatan tinggi di Nardò Technical Center, Italia. Setiap fasilitas memiliki fungsi berbeda untuk memastikan Nuvolari tidak hanya memiliki performa tinggi, tetapi juga dapat digunakan dan diuji secara nyata di jalan maupun lintasan. Audi Nuvolari Pebalap Formula 1 Pengembangan Nuvolari juga melibatkan pengalaman Audi di dunia motorsport, termasuk Formula 1. Dua pebalap Audi Revolut F1 Team, Gabriel Bortoleto dan Nico Hülkenberg, ikut menguji mobil tersebut. Bortoleto menguji Nuvolari di lintasan berkecepatan tinggi Nardò. Sementara Hülkenberg mengujinya di test track Neustadt an der Donau. Keterlibatan kedua pebalap tersebut memberikan masukan dari sisi pengendalian dan performa mobil, terutama pada tahap akhir pengembangan. Hülkenberg bahkan menyebut akselerasi dan tenaga sistem lebih dari 1.000 PS yang dimiliki Nuvolari sebagai “a real statement”. Audi Indonesia resmi meluncurkan Audi S3 terbaru. Audi Nuvolari menjalani world premiere di Antibes, Prancis, pada 4 Juni 2026. Kemudian melakukan debut di jalan raya dalam rangkaian Formula 1 Grand Prix Monaco. Pemilihan Monaco menjadi bagian dari strategi Audi untuk memperlihatkan hubungan antara teknologi mobil jalan raya dan pengalaman Audi di dunia balap. Spesifikasi Audi Nuvolari menggunakan high-performance hybrid powertrain yang menghasilkan tenaga sistem 1.001 PS atau 987 Tk. Kecepatan maksimumnya mencapai lebih dari 350 km per jam. Untuk mendukung performa tersebut, Audi menggabungkan teknologi yang dikembangkan dari pengalaman motorsport, aerodinamika berperforma tinggi, serta Audi Space Frame generasi baru. Struktur tersebut dipadukan dengan penggunaan material karbon pada bagian eksterior untuk membantu menghasilkan konstruksi yang ringan sekaligus kuat.