Akhir pekan di GP Brasil benar-benar jadi panggung dominasi Aprilia Racing. Balapan yang digelar di Autódromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna, Minggu (23/3/2026), ditutup dengan kemenangan meyakinkan dari Marco Bezzecchi yang tampil nyaris tanpa cela sejak lampu start padam. Start dari posisi kedua, Bezzecchi langsung menyodok ke depan di tikungan pertama dan tak pernah lagi tersentuh hingga finis. Kemenangan ini bukan cuma spesial karena jadi yang pertama di Goiânia, tapi juga menandai empat kemenangan beruntun dalam kariernya. Dengan hasil ini, Bezzecchi masuk dalam daftar elite bersama nama-nama besar seperti Valentino Rossi, Marc Márquez, Jorge Lorenzo, dan Francesco Bagnaia yang pernah mencetak empat kemenangan Grand Prix berturut-turut. Lebih impresif lagi, ia juga menjadi pembalap Aprilia pertama yang mengoleksi lima kemenangan di kelas utama. Dominasi Aprilia makin terasa dengan finis kedua dari Jorge Martín, yang kembali naik podium setelah 490 hari. Hasil one-two ini jadi yang kedua bagi Aprilia setelah Montmeló 2023, sekaligus mempertegas momentum kebangkitan pabrikan asal Noale tersebut. Tak cuma itu, performa solid juga datang dari tim satelit. Trackhouse MotoGP Team berhasil menempatkan Ai Ogura di posisi kelima dan Raúl Fernández di posisi kesepuluh. Artinya, ada empat motor Aprilia yang finis di top 10, indikasi kuat bahwa paket RS-GP musim ini benar-benar kompetitif. Secara klasemen, Aprilia Racing kini langsung memimpin kategori konstruktor dan tim hanya dalam dua seri awal. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka menempatkan dua pembalap di posisi teratas klasemen sementara MotoGP. “Balapan yang luar biasa dan hari yang sangat menyenangkan. Saya benar-benar sangat puas karena melihat start kami di hari Jumat, jujur saya tidak menyangka bisa menang. Sabtu malam kami bekerja keras, dan pagi ini saya langsung merasa percaya diri. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk Roberto Lunadei yang meninggal minggu lalu, serta untuk keluarganya,” kata Bezzecchi. “Saya tidak kaget dengan hasil ini karena ada banyak kerja keras di baliknya. Saya tahu saat sudah kembali fit sepenuhnya, saya akan punya kecepatan. Yang paling mengejutkan adalah seberapa cepat saya bisa beradaptasi dengan RS-GP26. Bezzecchi meraih empat kemenangan beruntun, itu sangat luar biasa. Kami adalah satu tim, di briefing kami saling bertukar insight, dan bersama-sama mengembangkan motor dengan saling membantu, yang penting untuk mendorong project ini ke depan,” tutur Martin. “Pekerjaan luar biasa dari Marco yang bersama timnya berhasil membalikkan situasi dari hari Jumat yang sulit hingga nyaris meraih pole position, lalu dengan start sempurna langsung memimpin dan menang tanpa perlawanan. Hari Minggu yang sempurna dengan Jorge kembali naik podium. Rasanya emosional melihatnya kembali ke sana dua hari berturut-turut setelah waktu yang panjang. Menyenangkan juga melihat banyak Aprilia di barisan depan, bahkan Trackhouse MotoGP Team ada di posisi kedua klasemen tim. Ini semua sinyal yang sangat positif. Memang mudah untuk terlalu optimis setelah dua race yang bagus, tapi saya rasa dua seri berikutnya di Austin dan Jerez akan memberi gambaran yang lebih jelas. Kami punya dua pembalap yang sangat kuat, dan sekali lagi kerja keras dari Noale terbayar, sepadan dengan semua pengorbanan yang kami lakukan bersama,” pungkas Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.