Pebalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat tawaran untuk membela Gresini Racing Ducati pada musim 2023. Tawaran tersebut datang setelah Suzuki, tim yang dibelanya, memutuskan mundur dari MotoGP pada awal 2022. Saat itu, Rins sebenarnya hampir memperpanjang kontraknya. Akan tetapi, keputusan Suzuki hengkang membuatnya dan rekan setimnya saat itu yakni Joan Mir, harus mencari tim baru untuk musim berikutnya. Pilihan yang tersedia kala itu tidak banyak. Rins ditawari bergabung dengan tim satelit Gresini Racing yang menggunakan Ducati spesifikasi tahun sebelumnya. Alex Rins di MotoGP Indonesia Di sisi lain, ia juga mendapat kontrak dari tim satelit LCR Honda dengan status pebalap pabrikan. Namun pada akhirnya, ia memilih bergabung dengan LCR Honda. Meski saat ini Gresini Racing menjadi salah satu tim satelit paling kompetitif, pebalap asal Spanyol itu mengaku tidak menyesal dengan keputusannya, walau kini masih berjuang bersama Yamaha. “Saya tidak menyesal karena saya tidak bisa mengubahnya sekarang,” kata Rins dikutip dari Crash, Rabu (18/2/2026). “Terlihat seperti keputusan yang sangat mudah untuk naik Ducati, tetapi saat ini tim satelit tidak sepenuhnya independen," ujarnya. Menurut Rins, pertimbangannya saat itu bukan semata soal performa motor atau uang alias gaji, melainkan dukungan penuh dari pabrikan. Fabio Quartararo (kiri) dan Alex Rins (kanan) saat menemui ratusan pelajar di SMA Negeri 2 Mataram di sela-sela kesibukan MotoGP Mandalika 2025. “Sejak Suzuki pergi, sulit untuk mengelola semuanya, terutama dari sisi performa," kata Rins. “Pada saat itu, kami punya opsi ke Gresini atau LCR Honda, dan saya memilih yang terakhir karena mereka menawarkan saya kontrak sebagai pebalap pabrikan," ujarnya. “Di Honda, mereka memberi saya kondisi yang sama seperti Marc Marquez dan Joan Mir. Itu bukan soal uang, melainkan proyek dan dukungan pabrikan,” katanya. Kisah Rins menunjukkan bahwa satu keputusan dalam dunia MotoGP dapat memicu efek domino yang mengubah arah karier banyak pebalap. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (kiri) bersaing dengan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) dalam MotoGP Catalunya 2025 di Sircuit Barcelona-Catalunya pada 7 September 2024 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Foto oleh Lluis GENE / AFP) Pada akhirnya, performa Honda justru menurun dalam beberapa musim berikutnya. Situasi tersebut turut memengaruhi keputusan Marc Marquez hengkang dari Repsol Honda ke Gresini Racing pada musim 2024. Setelah semusim di tim satelit, Marquez pindah ke tim pabrikan pada 2025 dan langsung meraih gelar juara dunia. Rins sendiri sempat meraih kemenangan di MotoGP Amerika 2023 bersama LCR Honda. Namun musimnya terganggu cedera serius di MotoGP Italia dan ia merasa kurang mendapat dukungan penuh dari Honda Racing Corporation (HRC). Setelah satu musim, ia pun memutuskan pindah ke Yamaha. Pebalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins (kiri) dan Fabio Quartararo (kanan), saat bertemu dengan ratusan pelajar Mataram di SMA Negeri 2 Mataram. Pindah Ducati Saat itu, bergabung dengan Ducati spesifikasi lama belum tentu menjamin hasil instan. Meski Ducati baru saja menjadi juara dunia 2022 bersama Francesco Bagnaia. Namun dominasi tim satelit Ducati belum sekuat sekarang. Namun di atas kertas jika Rins memilih Gresini pada 2023, ada kemungkinan ia terhindar dari cedera serius yang dialaminya bersama Honda. Apalagi kini Gresini sudah menggunakan motor spesifikasi pabrikan mulai musim 2026 setelah tampil kompetitif dalam beberapa musim terakhir. Menariknya, keputusan Rins juga bisa berdampak pada karier Marc Marquez. Jika Rins lebih dulu mengisi kursi di Gresini, belum tentu Marc pindah ke tim tersebut pada 2024. Salah satu faktor utama Marc meninggalkan Honda adalah keberadaan adiknya, Alex Marquez, di Gresini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang