Harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini yang kerap tidak pasti membuat sebagian orang mulai membulatkan keputusan untuk beralih ke mobil listrik. Meski dana yang keluar cukup tinggi di awal untuk membeli unitnya, hal tersebut dinilai terbayar dengan penghematan yang didapatkan. Untuk pengisian daya listrik, pengguna bisa melakukan pengisian di rumah dengan tarif diskon jika diisi semalaman. Di samping itu, pengemudi di jalanan Jakarta juga diuntungkan dengan fasilitas bebas aturan ganjil genap serta potongan pajak kendaraan yang lebih rendah. Geely EX2 pakai bodykit Thailand Pertimbangan Biaya Yoga, pemilik Geely EX2 untuk menggantikan mobil konvensionalnya, Honda Brio Satya, mengungkapkan bahwa faktor pengeluaran menjadi alasan utama dirinya beralih. “Pertimbangan pertama sudah pasti biaya. Terutama di saat bensin naik terus, saat naik juga enggak lebih baik. Jadi pakai mobil bensin, sudah biaya tinggi, perawatan juga makin tinggi. Pertama dari sisi ekonomi,” ujar Yoga kepada Kompas.com belum lama ini. Tak hanya faktor finansial, alasan kesehatan dan lingkungan juga mendasari keputusannya bersama keluarga. “Kedua termasuk kita mendukung go green. Saya dan istri mempertimbangkan itu. Misalkan pergi sama anak, kadang tunggu di mobil, dulu nyalakan mesin untuk menyalakan AC. Ini kan enggak bisa dilakukan kalau di parkiran basement. Selain polusi buat orang, beracun juga buat kita yang di dalam mobil,” kata Yoga. Perawatan dan Operasional Lebih Hemat Pengalaman senada juga disampaikan oleh Hadyan, yang memutuskan mengganti Mazda CX3 miliknya menjadi BYD Dolphin. Ia mengaku merasakan efisiensi signifikan dalam pengeluaran rutin bulanan. “Sudah dua tahun ganti jadi listrik, worth it. Plusnya irit banget, sebulan maksimal mengecas sekitar Rp 700.000-an. Bebas ganjil genap dan maintenance relatif murah,” kata Hadyan. Ia menambahkan bahwa pengeluarannya jauh berkurang jika dibandingkan saat masih menggunakan mobil bermesin konvensional untuk mobilitas yang sama. Pengalaman kepemilikin BYD Dolphin selama satu tahun “Sebelumnya pakai Mazda CX3, kalau bensin rata-rata bisa Rp 1,5 jutaan dengan mobilitas yang sama. Soal servis enggak usah ditanya, Mazda mahal banget. Perawatan di bengkel resmi per enam bulan bisa keluar Rp 2 juta. Pajaknya juga waktu itu Rp 3 jutaan, hampir Rp 4 juta,” ucapnya. Praktis dan Kaya Fitur Fungsional Cerita lain datang dari Alfred, pemilik BYD M6 yang kini sudah mengosongkan garasinya dari mobil konvensional. Sebelumnya, ia menggunakan Toyota Innova Diesel dan Honda HR-V untuk mobilitas sehari-hari, sebelum akhirnya berpindah total ke mobil listrik. Menurut Alfred, efisiensi waktu serta kepraktisan pengisian daya di rumah menjadi salah satu alasan utamanya berpindah. “Ganti mobil EV alasannya lebih irit waktu dan biaya kalau hanya pemakaian dalkot (dalam kota). Tidak perlu antre SPBU, serta penggunaan jauh lebih irit tidak perlu isi BBM yang harganya diatur oleh pemerintah kita,” ujar Alfred. BYD M6 di GIIAS 2026 Ia juga menambahkan bahwa perawatan kendaraan listrik jauh lebih ringan. Keuntungan lain seperti aturan bebas ganjil genap serta kemudahan cas di rumah sangat terasa. Menariknya, keunggulan mobil listrik tak berhenti pada biaya operasional saja, melainkan juga fitur pendukung yang multifungsi saat digunakan beraktivitas di luar rumah maupun kondisi darurat. “Mobil fungsinya mempunyai V2L (Vehicle-to-Load) itu sangat berfungsi bila kita bepergian camping di hutan. Bila rumah tiba-tiba mati listrik, kita bisa memakai mobil EV kita sebagai powerbank emergency,” kata Alfred. Kenyamanan saat beristirahat di dalam kabin juga dirasakannya jauh lebih aman karena tidak ada getaran mesin dan bebas bahaya emisi. BYD M6 EV CKD “Selain itu bebas kena racun CO2 dan bebas getaran engine, walau kita tidur dalam mobil kabin sambil nyalakan AC mobil,” kata Alfred. Beragam alasan dari para pengguna tersebut menunjukkan bahwa daya tarik mobil listrik tak lagi sebatas efisiensi energi dan fasilitas bebas ganjil genap semata. Kombinasi antara kemudahan perawatan, rasa nyaman di dalam kabin, serta kepraktisan fitur-fitur baru seperti V2L menjadikan kendaraan listrik sebagai opsi transportasi harian yang makin relevan dan rasional bagi masyarakat.