— Jetour berencana memperluas lini produknya di Indonesia dengan menghadirkan Jetour T2 versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada semester dua 2026. Langkah ini sejalan dengan tren industri otomotif global, khususnya pabrikan asal China yang saat ini semakin gencar menghadirkan kendaraan plug-in hybrid. Teknologi ini dinilai menjadi solusi transisi menuju elektrifikasi karena tetap menawarkan mesin bensin sekaligus kemampuan berkendara dengan tenaga listrik. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah mengatakan, keputusan menghadirkan varian elektrifikasi tersebut didasari oleh perubahan minat konsumen di pasar. "Kalau melihat permintaan di pasar, khususnya pada segmen Jetour, memang ada pergeseran minat dari ICE ke PHCV. Karena itu, kami melihat ada potensi di segmen tersebut," kata Ranggy di Jakarta, Selasa (10/3/2026). "Kami juga sudah melakukan riset internal. Tujuan kami adalah menghadirkan opsi baru bagi konsumen di segmen ini, dan kami percaya permintaannya memang ada,” ujarnya. Menurut Ranggy, Jetour T2 PHEV tetap mempertahankan karakter sebagai SUV bergaya petualang. Namun kendaraan ini dirancang agar tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi jalan. “Kalau kita bicara SUV, sebenarnya ini masuk kategori light off-road. Jadi konsepnya lebih ke kendaraan untuk petualangan," ujarnya. Jetour T2 "Kami tidak bisa mengatakan bahwa ini SUV yang benar-benar fokus ke off-road berat. Namun kendaraan ini bisa digunakan di dua ‘alam’,” kata Ranggy. Sebagai gambaran, Jetour T2 yang saat ini dipasarkan dengan mesin konvensional (ICE) menggunakan mesin bensin 2.0 liter turbo yang mampu menghasilkan 250 Tk dengan torsi puncak 390 Nm. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi otomatis 7-percepatan dual-clutch (DCT) dan sistem penggerak empat roda (4WD), sehingga cukup mendukung kebutuhan berkendara di medan berat maupun aktivitas luar ruang. Jetour T2 Sementara itu, pada varian PHEV, Jetour diperkirakan akan menggunakan mesin bensin 1.5 liter turbo yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai berkapasitas besar. Konfigurasi ini memungkinkan kendaraan melaju dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu. Tenaga gabungan dari sistem hybrid tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 296 HP, tergantung pada spesifikasi baterai yang digunakan. Dengan hadirnya teknologi PHEV, Jetour T2 diharapkan dapat memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan SUV bertenaga besar, namun tetap lebih efisien dan ramah lingkungan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang