Arus balik Lebaran membutuhkan persiapan matang agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satu hal utama adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. 1. Cek kendaraan Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan pemeriksaan kendaraan meliputi oli mesin, air radiator, sistem rem, kondisi ban, serta aki. “Jika perlu, lakukan servis ringan agar mengurangi risiko mogok di jalan, persiapan hampir sama dengan perjalanan umum lainnya,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (22/3/2026). 2. Siapkan dokumen penting Selain kendaraan, dokumen penting juga wajib disiapkan. Pastikan SIM, STNK, dan kartu tol elektronik tersedia serta saldo mencukupi untuk perjalanan jauh. “Setidaknya saldo e-toll cukup untuk sekali rute perjalanan atau ada kelebihan sedikit, daripada mepet berisiko kurang di tengah perjalanan,” ucap Imun. 3. Pantau arus lalu lintas Pengemudi juga disarankan memantau kondisi lalu lintas. Informasi dari aplikasi navigasi atau pihak berwenang membantu memilih rute terbaik dan menghindari kemacetan. Arus lalulintas pemudik dari arah Jakarta ke Cirebon terpantau ramai, arus balik belum terasa di Tol Cipali. “Tentukan waktu keberangkatan untuk menghindari puncak arus balik dengan berangkat lebih awal atau memilih waktu di luar jam sibuk,” ucap Imun. Selain itu, penting untuk memahami rute perjalanan. Siapkan jalur alternatif jika terjadi kemacetan atau rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah. “Pastikan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat. Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang di SPBU saat arus balik,” ucap Imun. Suasana pemudik berbelanja dan beristirahat di Rest Area Pendopo KM 456 Salatiga Rekomendasi Istirahat Favorit Tol Semarang-Solo. Rabu (18/3/2026). (Fatah Akrom/KOMPAS.com) 4. Istirahat cukup Kondisi fisik pengemudi harus prima. Istirahat cukup sebelum perjalanan dan berhenti setiap beberapa jam sangat dianjurkan untuk menjaga konsentrasi. “Pengendara perlu untuk beristirahat setiap 2 jam sekali, di 2 jam ke 2 wajib power nap, dan batas maksimal mengemudi dalam sehari hanya 8 jam,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, belum lama ini Bila durasi mengemudi kemungkinan bisa lebih dari 8 jam, maka harus ada pengemudi pengganti agar perjalanan tetap lancar dan aman. 5. Persiapkan logistik Persiapan logistik juga tidak kalah penting. Bawa air minum, makanan ringan, serta obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan selama perjalanan. Terakhir, perhatikan kenyamanan penumpang. Sediakan hiburan, bantal, atau perlengkapan lain agar perjalanan jauh terasa lebih menyenangkan dan tidak melelahkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang