SGMW melalui merek Wuling resmi meluncurkan SUV terbarunya, Starlight 560. Model ini hadir dalam empat varian yang mencakup mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik murni (BEV). Dikutip dari Carnewschina, Jumat (16/1/2026) khusus untuk varian PHEV, jarak tempuh gabungan berdasarkan standar WLTC diklaim mampu mencapai 1.100 kilometer, sehingga cocok untuk penggunaan jarak jauh tanpa khawatir sering mengisi bahan bakar maupun daya listrik. Perbedaan desain terlihat pada bagian depan. Varian ICE dan PHEV mengusung gril bermotif jaring berbentuk persegi panjang dengan skid plate trapesium di bumper bawah. Sementara varian BEV tampil lebih sederhana dengan grille depan tertutup khas mobil listrik. Soal dimensi, SUV ini memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, dengan jarak sumbu roda 2.810 mm. Posturnya terbilang cukup bongsor untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga. Kapasitas bagasi dalam kondisi normal mencapai 320 liter. Jika kursi baris belakang dilipat, maka ruang bagasi bisa mencakup kapasitas hingga 1.945 liter. Menariknya, kursi depan dapat direbahkan hingga rata, sedangkan sandaran kursi belakang bisa diatur hingga sudut 125 derajat, memberikan fleksibilitas lebih untuk membawa barang atau beristirahat saat perjalanan jauh. Wuling Starlight 560 Untuk jantung pacu, varian ICE dibekali mesin bensin 1.5T dengan tenaga maksimum 130 kW atau setara 174 dk dan torsi puncak 290 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan pilihan transmisi manual 6-percepatan atau CVT. Varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik di roda depan. Mesin konvensionalnya menghasilkan tenaga 78 kW (105 dk) dan torsi 130 Nm, sedangkan motor listrik menyumbang tenaga 145 kW (194 dk) dengan torsi 230 Nm. Jarak tempuh listrik murni berdasarkan standar CLTC mencapai 125 km, sedangkan jarak tempuh gabungan WLTC mencapai 1.100 km. Sementara itu, varian BEV mengandalkan motor listrik bertenaga 100 kW atau 134 dk dengan torsi puncak 200 Nm. Daya disuplai oleh baterai lithium iron phosphate berkapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh, yang sanggup menempuh jarak 450 km hingga 500 km berdasarkan standar CLTC. Wuling juga menyematkan teknologi pengisian cepat 2C, yang memungkinkan baterai terisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit. Bahkan, dalam 15 menit pengisian, mobil bisa memperoleh tambahan jarak tempuh sekitar 200 km. Wuling Xingguang 560 alias Starlight 560 Masuk ke kabin, Starlight 560 dibekali layar sentuh tengah berukuran 12,8 inci yang menjalankan sistem operasi Ling OS, serta mendukung konektivitas HiCar dan CarLink. Panel instrumen ditempatkan di balik setir model flat-bottom. Sejumlah tombol fisik masih tersedia di bawah layar utama, lengkap dengan fitur pengisian daya nirkabel untuk ponsel dan cup holder di konsol tengah, guna menunjang kenyamanan selama berkendara. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari 62.800 yuan hingga 98.800 yuan atau setara Rp 152 jutaan sampai Rp 230 jutaan. Wuling juga menyediakan pilihan konfigurasi lima penumpang dan tujuh penumpang. mobil baru wuling yang diduga starlight 560 Sinyal Starlight 560 Meluncur di Indonesia Beberapa waktu lalu, Wuling Motors diketahui telah mendaftarkan dua model Almaz Darion yang tesedia dalam varian Electric Vehicle (EV) dan Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), pada laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Belum diketahui model apa yang akan diluncurkan Wuling dengan nama Almaz Darion. Namun, dugaan model tersebut mengacu pada Wuling Starlight 560. Pasalnya, mobil baru Wuling yang mirip dengan Starlight 560 sempat tertangkap kamera sedang terparkir di salah satu kawasan di Surabaya beberapa waktu lalu. Terkait hal ini, Kompas.com sudah mengkonfirmasi kepada pihak Wuling. Namun sampai berita ini diturunkan belum mendapat jawaban. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang