BAIC Indonesia tengah menyiapkan sejumlah model baru untuk pasar Tanah Air, termasuk Arcfox T1 yang akan tampil perdana di Indonesia International Auto Show (IIMS) 2026. Sebelum meluncur resmi, Kompas.com berkesempatan menjajal langsung mobil listrik murni (BEV) tersebut di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), China, bersama beberapa media dari berbagai negara. Selain Arcfox T1, pada kesempatan ini BAIC juga membawa BJ40 Pro REEV untuk dicoba, meskipun fokus utama redaksi tetap pada Arcfox T1 sebagai calon line-up penting di Indonesia. Pengujian singkat Arcfox T1 di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), Guangzhou, China, Senin (24/11/2025). Pengujian dibagi menjadi tiga arena, yaitu circuit driving, gymkhana, dan semi off-road. Seluruh peserta diperbolehkan mengemudi dengan syarat ditemani instruktur yang ditunjuk BAIC. Pada arena pertama, Arcfox T1 langsung menunjukkan karakter khas mobil listrik modern. Sebagaimana BEV pada umumnya, suaranya minim, getaran hampir tidak terasa, dan tenaga hadir cepat begitu pedal akselerator ditekan. Pengujian singkat Arcfox T1 di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), Guangzhou, China, Senin (24/11/2025). Saat dipacu satu putaran di sirkuit GCIC, handling-nya terasa solid dan cukup presisi, terutama ketika melewati tikungan panjang dengan kecepatan menengah. Gejala limbung memang masih ada ketika mobil diajak berpindah jalur secara cepat, namun tidak sampai mengganggu rasa percaya diri. Arcfox T1 menyediakan beberapa mode berkendara seperti Economy, Sport, Comfort, Eco+, dan Slipper. Pengujian singkat Arcfox T1 di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), Guangzhou, China, Senin (24/11/2025). Mode Slipper sendiri disebut sebagai mode yang memungkinkan mobil melakukan drifting, namun selama pengetesan, mode ini tidak diperkenankan untuk dicoba. Mode Comfort memberikan karakter yang lebih halus dan rileks, sedangkan Sport membuat respons akselerasi lebih agresif dan bobot setir sedikit berat sehingga lebih stabil diajak berlari kencang di trek lurus. Arena kedua adalah gymkhana, di mana Arcfox T1 kembali dicoba melalui lintasan penuh manuver cepat. Di sini, karakter mobil terasa lebih sporty. Pengujian singkat Arcfox T1 di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), Guangzhou, China, Senin (24/11/2025). Badan mobil cukup rigid saat diajak zig-zag, dan setirnya responsif sehingga mudah mengatur jalur sempit. Perpaduan ini membuatnya terasa seperti city car yang lincah namun tetap stabil. Pada arena ketiga, yaitu semi off-road, unit yang dicoba semuanya merupakan BAIC BJ-Series. Sehingga tidak ada catatan untuk Arcfox T1. Unit yang diuji ini menggunakan baterai LFP berkapasitas 42,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 425 kilometer serta tenaga maksimum 127 dk. Dimensinya tergolong besar di kelasnya, dengan panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm, dan wheelbase 2.770 mm. Jika dibandingkan, ukurannya berada di atas kompetitor seperti BYD Dolphin, GWM ORA 3, Wuling Cloud, MG4, hingga AION UT. Tampilan Arcfox T1 sendiri mengusung desain Arc-Flow yang modern, ditandai lampu LED setrip horizontal yang menyambungkan bagian kanan dan kiri, handle pintu semi tersembunyi, serta pelek alloy 18 inci model multi-spoke. Masuk ke dalam kabin, suasana digital terasa kuat lewat setir datar empat palang, panel instrumen LCD 8,8 inci, dan layar tengah 15,6 inci bergaya floating yang sudah didukung asisten suara berbasis kecerdasan buatan. Seluruh pengaturan mobil dilakukan lewat head unit. Secara keseluruhan, Arcfox T1 memberikan impresi awal yang positif sebagai calon pemain baru di segmen hatchback listrik. Handling yang presisi, karakter berkendara lincah, serta dimensi yang lebih besar dari kompetitor membuatnya cukup menarik untuk ditunggu kehadirannya tahun depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.