Memasuki 2026, sektor transportasi darat terus diwarnai dengan hal yang kurang menyenangkan bagi industri transportasi di Indonesia. Satu per satu layanan bus di Indonesia, terutama bus dengan skema subsidi angkutan umum Buy the Service (BTS). Misalnya Teman Bus dan Biskita di sejumlah kota. Hal ini lantaran berakhirnya kontrak dengan operator bus dan juga fiskal pemerintah daerah. Bambang Susantono, Ketua Dewan Pembina INSTRAN, mengatakan, tantangan keterbatasan fiskal kemudian memaksa lembaga pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran sebagai konsekuensi dari prioritas pembangunan manusia. Biskita Trans Depok Padahal menurutnya, kualitas udara yang bersih juga sangat penting sebagai prioritas. "Kualitas udara yang buruk itu juga sangat berkorelasi dengan stunting. Jadi poin saya adalah kalau kita punya gizi yang bagus dengan MBG segala macam, kalau kualitas udara tidak dibereskan, tetap saja nanti hasilnya untuk generasi mendatang tidak optimal," katanya pada acara diskusi yang diadakan oleh Instran, Kamis (8/1/2026). Kualitas udara yang baik bisa dimulai dari ketersediaan transportasi umum yang memadai. Memadai di sini artinya punya standar laik jalan sesuai dengan regulasi pemerintah. Selain itu, dengan tersedianya transportasi umum, maka penggunaan kendaraan pribadi jadi lebih sedikit. Pada akhirnya, polusi kendaraan jadi berkurang. "Kalau kita bicara polusi udara dari sumber-sumber transportasi, tentu di situ ada komitmen perhubungan, di atasnya ada Menko, infrastruktur, dan pembangunan wilayah. Tidak bisa satu institusi menangani ini sendiri, harus ada sinergi semua pihak," katanya. Sebagai informasi, pada awal tahun 2025, Kementerian Perhubungan mencatat efisiensi anggaran yang diputuskan oleh Kementerian Keuangan untuk lembaga tersebut mencapai 43,66 persen dari pagu awal yang diajukan. Sementara itu, pada Oktober 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memastikan bahwa efisiensi anggaran akan tetap berlanjut di tahun 2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang