PT Astra International Tbk mengakui persaingan di industri otomotif nasional semakin ketat, terutama dengan masuknya produsen mobil asal China dan Korea yang menawarkan harga lebih kompetitif. Meski demikian, Astra tetap optimistis mampu mempertahankan pangsa pasar sekitar 50 persen di tengah dinamika tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Manajemen menilai, kompetisi yang semakin terbuka justru menjadi bagian dari perkembangan pasar otomotif yang terus berubah. Direktur Astra Gidion Hasan mengatakan, secara historis pangsa pasar Astra berada di kisaran 50 persen, bahkan di tengah tekanan dari berbagai merek baru yang masuk ke Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan daya tahan model bisnis yang dimiliki perseroan. “Kalau kita lihat secara historical, market share Astra itu kurang lebih sekitar 50 persen, walaupun di tengah kompetisi yang sangat ketat, terutama dari merek-merek mobil baru,” ujar Gidion. Astra akui gempuran mobil China kian kuat, namun tetap yakin mampu menjaga pangsa pasar otomotif nasional di kisaran 50 persen. Ia menjelaskan, kehadiran produsen mobil China yang agresif di segmen kendaraan listrik maupun harga terjangkau menjadi tantangan baru. Namun, Astra melihat setiap teknologi, baik mobil listrik, hybrid, maupun mesin konvensional, masih memiliki pasar masing-masing di Indonesia. Menurut Gidion, karakter konsumen di Indonesia yang beragam membuat tidak ada satu teknologi yang sepenuhnya mendominasi. Mobil listrik cenderung terkonsentrasi di kota besar, sementara hybrid dan kendaraan bermesin konvensional masih lebih merata penggunaannya di berbagai daerah. Untuk menghadapi persaingan tersebut, Astra mengandalkan strategi berbasis ekosistem yang telah dibangun selama puluhan tahun. Mulai dari jaringan diler yang luas, layanan purnajual, hingga dukungan pembiayaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga loyalitas konsumen. Selain itu, Astra juga menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan berbagai pilihan kendaraan yang dinilai paling sesuai dengan karakter dan daya beli konsumen di tiap wilayah. Dengan strategi tersebut, Astra meyakini dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif nasional, meskipun tekanan dari kompetitor baru diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang