— Usai seri pemungkas MotoGP Valencia 2025, para pebalap langsung kembali turun ke lintasan untuk menjalani tes resmi di Sirkuit Ricardo Tormo, Selasa (18/11/2025). Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo hadir untuk kembali menjajal motor baru berkonfigurasi mesin V4 yang akan menjadi senjata baru mulai musim depan. Seperti diketahui, pabrikan Jepang itu memang resmi meninggalkan era mesin 4-inline dan memulai babak baru dengan basis mesin V4 untuk MotoGP 2026. Namun, proses transisi ini masih jauh dari mulus. Ekspresi pebalap Yamaha, Fabio Quartararo, usai menyabet pole position di sesi Kualifikasi MotoGP Australia 2025 pada Sabtu (18/10/2025). Quartararo menilai Yamaha memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama pada area yang dulunya menjadi salah satu kekuatan utama M1, yaitu pengendalian di bagian depan. Pada tes ini, Quartararo mencatat waktu sekitar setengah detik lebih lambat dari pebalap tercepat. Hasilnya, juara dunia 2021 itu berada di posisi ke-15, meski tetap menjadi yang terbaik di antara para pebalap Yamaha. “Kami harus menemukan setelan yang bagus dulu. Intinya mencari setelan dasar dan memahami feeling bagian depan,” ujar Quartararo, dikutip dari Speedweek, Kamis (20/11/2025). Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Jerman 2025 “Masih terlalu cepat untuk bilang saya puas atau tidak. Tapi kami bisa menjalani banyak lap dan fokus pada setelan,” kata Quartararo. Quartararo menilai bahwa motor V4 bukan peningkatan instan. Bahkan, motor lama bermesin inline masih memiliki satu keunggulan yang belum bisa digantikan. “Sejauh ini kami kehilangan kekuatan kami, yaitu feeling bagian depan. Karena itu kami banyak di pit dan melakukan banyak perubahan. Untungnya kami masih punya satu hari lagi, itu hari penting,” ucapnya. Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Jerman 2025 Masalah pada bagian depan ini belum juga teratasi, meski berbagai perubahan setup sudah dicoba. “Menemukan setelan dasar untuk motor yang benar-benar baru tidak bisa diselesaikan dalam hitungan menit atau jam,” katanya. Yamaha juga masih mengembangkan mesin V4 terbaru. Untuk menjaga durabilitas, mereka memakai setup mesin yang lebih konservatif. “Kami menggunakan tenaga yang tersedia. Di tikungan, kami masih perlu bekerja untuk mengontrol tenaga dengan elektronik baru,” ujar Quartararo. “Di gigi empat, lima, enam, semuanya terasa punya tenaga yang penuh. Tapi di gigi satu sampai tiga, masih ada perbedaan dibanding motor 2025,” kata pebalap asal Prancis tersebut. Dengan waktu yang terbatas, Quartararo enggan memberikan penilaian terlalu cepat soal performa motor. “Hari ini pendek sekali, dan kami tidak punya cukup waktu. Kami terus diburu untuk menyiapkan motor,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.