Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan Satria F150 dan Satria Pro belum lama ini. Dengan harga mulai Rp 31 juta, Satria F150 dan Pro akan bersaing di pasar motor yang mayoritas diisi oleh motor matik. Sebelumnya, Satria memang terkenal sebagai motor untuk anak muda. Namun, saat ini kebanyakan remaja lebih memilih motor matik, baik yang berkapasitas 150cc atau di bawahnya, daripada motor bebek sporty. Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS, mengatakan bahwa dahulu pangsa pasar Satria kebanyakan diisi oleh para anak muda. "Dulu mungkin sebelum 2020, motor ini (Satria) pangsanya memang anak muda. Sekarang tantangannya adalah bagaimana motor ini bisa kembali diminati oleh anak muda," kata Agha di Bogor, Sabtu (8/11/2025). Agha menjelaskan bahwa untuk menjual Satria F150 maupun Pro, strategi yang diambil adalah dengan meningkatkan pengalaman berkendara. Agha mengacu pada bagaimana V-Strom 250SX diterima di Indonesia. Suzuki Satria Pro dan Satria F150 baru "Kita belajar dari V-Strom 250SX, bagaimana agar motor yang mereka anggap sebagai motor India ini bisa diterima. Kita ingin membuat Satria seperti itu, bagaimana caranya bisa menjadi motor hobi," kata Agha. Menurut Agha, pasar motor matik tidak bisa dilawan dengan Satria. Namun, kehadiran Satria dapat diterima sebagai motor hobi, mengingat di kelasnya sudah cukup stagnan, sementara Honda dan Yamaha tidak kunjung memberikan pembaruan untuk Sonic dan MX-King. "Motor matik tidak bisa dilawan, kita juga memiliki motor matik sendiri. Ini (Satria) kita jalani sendiri saja," kata Agha. Untuk penjualan, Agha menargetkan 1.000 unit Satria F150 dan Pro terjual setiap bulan. Varian Pro dengan fitur rem ABS, keyless, Suzuki Ride Connect, serta desain baru diharapkan menjadi yang paling banyak dipesan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.