Sebagian pengemudi mobil matik tak jarang pernah merasakan hentakan singkat ketika kendaraan mulai berjalan dari posisi diam. Di balik sensasi tersebut, terdapat proses mekanis pada transmisi yang tidak lagi bekerja optimal, salah satunya berkaitan dengan kondisi kampas kopling. Freddy, Direktur Domo Transmisi, menjelaskan bahwa kampas kopling pada transmisi otomatis bekerja dengan prinsip gesekan. Kampas berfungsi sebagai media friction atau gesek yang menyalurkan tenaga dari poros penggerak ke poros yang digerakkan melalui pelat besi di antaranya. “Jadi kampas ini kerjanya gesekan. Di antara kampas itu ada pelat besi, dan di situ terjadi proses saling mengunci supaya tenaga bisa tersalurkan,” ujar Freddy kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026). Pada mobil matik, sistem yang digunakan adalah kampas basah (wet clutch) yang bekerja di dalam cairan transmisi. Selama ketebalan kampas masih ideal, gaya gesek dapat tercapai secara bertahap sehingga respons perpindahan tenaga berlangsung halus. Kopling Fluida pada mobil matik menggantikan kopling manual yang memanfaatkan gaya gesek. Masalah muncul ketika kampas mulai menipis atau material friction-nya sudah aus. Dalam kondisi tersebut, kampas tidak lagi mampu menghasilkan gaya gesek yang cukup pada awal kerja, sehingga perpindahan tenaga mengalami jeda. “Kalau kampas sudah mulai habis, gaya geseknya nggak dapat. Dia butuh waktu, makanya muncul delay,” kata Freddy. Ketika gesekan awal tidak tercapai secara gradual, tenaga dari mesin tertahan sesaat. Namun begitu kampas akhirnya menggigit, tenaga masuk secara tiba-tiba. Kondisi inilah yang kemudian dirasakan pengemudi sebagai jedug atau hentakan. “Begitu dia masuk, baru terasa cedup. Jadi memang ada hubungannya antara kampas yang menipis dengan jedug dan delay itu,” ujar Freddy. Karena itu, jedug pada mobil matik tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat menjadi indikasi awal bahwa kampas kopling sudah tidak bekerja optimal dan perlu mendapat perhatian sebelum memengaruhi kinerja transmisi secara keseluruhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang