Toprak Razgatlioglu mengaku sangat mempercayai Andrea Dovizioso dalam proses adaptasinya di MotoGP. Juara dunia WorldSBK itu menyebut kehadiran Dovi sangat penting dalam membantunya memahami karakter dan gaya balap di kelas premier. Dovi merupakan mantan pebalap MotoGP yang tiga kali menjadi runner-up bersama Ducati. Ia juga pernah membela Honda dan Yamaha sepanjang kariernya pada periode 2008–2022. Toprak Razgatlioglu akan melakukan debut bersama Prima Pramac Yamaha MotoGP di MotoGP 2026. Setelah pensiun, pebalap asal Italia tersebut bergabung dengan Yamaha sebagai test rider dan kini juga berperan sebagai penasihat performa pebalap. “Dovi adalah pebalap yang sangat berpengalaman. Saya selalu percaya dan mendengarkan dia,” ujar Toprak mengutip Crash, Kamis (30/4/2026). “Dia sangat penting bagi saya. Terkadang dia mengamati dari pinggir lintasan dan selalu mencoba membantu saya menemukan solusi,” katanya. Meski demikian, Toprak mengakui bahwa memahami teori dan menerapkannya di lintasan adalah dua hal berbeda. Andrea Dovizioso mengemban tugas baru bersama Yamaha sebagai pebalap tes dan penasihat performa pebalap “Dia menjelaskan, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Namun, saya tetap percaya padanya,” kata dia. “Ketika dia ada di garasi, saya selalu senang karena dia benar-benar membantu saya memahami gaya MotoGP. Kami bekerja sama dengan intens dan saya harap bisa segera menemukan solusi. Saya masih butuh beberapa langkah lagi.” ujarnya. Setelah meraih poin di grand prix pertamanya bersama Yamaha di MotoGP Amerika, Toprak melanjutkan balapan ke MotoGP Spanyol, Sirkuit Jerez yang sudah dikenalnya dari ajang Superbike. Namun, MotoGP Spanyol di Jerez tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi motor Yamaha M1. Toprak Razgatlioglu saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram, Thailand Fabio Quartararo yang musim lalu meraih podium dari pole position, harus puas finis ke-14 dengan selisih sekitar 20 detik dari pemenang. Sementara Toprak mengakhiri balapan di posisi ke-19 setelah menjalani hukuman long lap penalty. Ia kemudian melanjutkan program pengujian pada Senin untuk meningkatkan performanya. Ia menjelaskan, masalah utama yang dihadapi adalah understeer, terutama di tikungan 4. “Saat berada dekat pebalap lain, saya tidak merasakan motor langsung berbelok. Motor cenderung melebar, sehingga saya harus menahan rem lebih lama,” kata Toprak. “Kondisi itu membuat saya lebih lambat saat kembali membuka gas. Tetapi motor tidak terus berbelok. Saya memahami masalahnya, tetapi belum bisa memperbaikinya,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang