Pengamat transportasi Darmaningtyas menyatakan bahwa dirinya setuju dengan kebijakan menghentikan subsidi untuk pembelian mobil dan sepeda motor listrik. Darmaningtyas menyarankan, dana insentif tersebut bisa dialihkan ke bus listrik yang lebih memiliki banyak manfaat bagi publik. "Kenapa yang disubsidi itu bukan bus listrik? Jadi bus listrik disubsidi, dibagikan kepada daerah-daerah. Jadi kalau tadi semua orang berharap semua kota menikmati transportasi yang bersih, ya di subsidi dengan bus listrik," kata Darmaningtyas pada acara diskusi bersama Instran, Kamis (8/1/2026). Bus listrik Kota Semarang Lebih lanjut dia menjelaskan, mengapa subsidi bus listrik lebih bermanfaat bagi publik, yakni bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. Sementara, bila yang disubsidi adalah motor atau mobil listrik, malah akan menambah kemacetan. "Memang polusinya berkurang, tetapi kemacetannya akan bertambah," kata Tyas. Saat ini layanan transportasi umum yang menggunakan bus listrik masih tergolong sedikit. Meski sudah ada beberapa kota yang melakukan uji coba bus listrik sebagai layanan angkutan kota, namun DKI Jakarta masih jadi kota dengan layanan bus listrik terbanyak. Bus listrik tersebut digunakan sebagai layanan bus Transjakarta. Sementara itu, bila melihat layanan transportasi umum di kota lain masih belum lengkap. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang