Lonjakan mobilitas selama libur panjang kerap membuat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dipadati antrean kendaraan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna mobil listrik, terutama saat perjalanan jarak jauh. Namun, dengan strategi pengisian daya yang tepat, waktu tunggu di SPKLU bisa ditekan tanpa mengorbankan kelancaran perjalanan. Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, salah satu kunci agar tidak terjebak antrean panjang adalah tidak memaksakan pengisian baterai hingga penuh. “Pengguna mobil listrik sebenarnya tidak perlu mengisi daya sampai 100 persen, karena pada level 80 hingga 100 persen, daya yang masuk akan melambat dan waktu pengisian menjadi jauh lebih lama,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (28/12/2025). Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur Nataru Iqbal menjelaskan, perlambatan tersebut merupakan bagian dari sistem pengamanan baterai untuk menjaga suhu dan stabilitas sel. Akibatnya, pengisian di rentang akhir justru memakan waktu paling panjang dan berpotensi memperlama antrean di SPKLU. Ia menyarankan agar pengguna memanfaatkan karakter fast charging yang optimal di rentang persentase tertentu, umumnya dari kondisi baterai rendah hingga sekitar 70 atau 80 persen. Dengan cara ini, waktu pengisian bisa lebih singkat namun tetap cukup untuk melanjutkan perjalanan ke titik pengisian berikutnya. “AION V itu pengisian dari 10 sampai 70 persen butuh waktu sekitar 16 menit. Kalau sampai 80 persen, kurang lebih 20 menitan. Ini jauh lebih efisien dibandingkan mengejar 100 persen,” ujar Iqbal. Selain mempercepat waktu tunggu, strategi tersebut juga dinilai lebih bijak saat musim libur, karena membantu memperlancar perputaran antrean di SPKLU. Pengguna lain pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengisi daya tanpa harus menunggu terlalu lama. Iqbal juga mengingatkan pentingnya perencanaan sebelum perjalanan, termasuk mengetahui jarak antarlokasi SPKLU dan menyesuaikannya dengan kapasitas baterai. Dengan perhitungan yang matang, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya meski tidak mengisi baterai hingga penuh. “Intinya, cukup isi seperlunya untuk sampai ke SPKLU berikutnya. Selain lebih cepat, cara ini juga lebih ramah untuk baterai dan pengguna lain,” ujar Iqbal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang