Wuling Cortez Darion hadir dalam dua varian, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Spesifikasi untuk versi EV sudah dibahas pada artikel sebelumnya, maka kali ini giliran Darion PHEV yang akan diulas lebih dalam. Secara garis besar, ada dua hal utama yang membedakan antara Darion PHEV dan EV. Pertama terletak pada desain gril depan, dan kedua yaitu pada sistem penggeraknya. Wuling Cortez Darion PHEV Desain Eksterior dan Interior Darion PHEV tampil dengan karakter lebih agresif. Bagian gril depannya terbuka dengan aksen krom dan kisi horizontal, memberikan kesan sporty sekaligus elegan. mirip dengan grill Lexus, dan sekaligus jadi pembeda dengan Darion EV yang memakai desain tertutup khas mobil listrik. Masuk ke kabin, suasananya masih sama mewah. Kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black memberi nuansa hangat dan berkelas. Baris kedua jok captain seat berlapis kulit sintetis, setir multifungsi berbalut kulit, dan material soft touch di beberapa panel interior membuat ruang kabin terasa nyaman dan premium. Wuling Cortez Darion PHEV Konfigurasinya tetap 2+2+3, dengan ruang kaki yang lega di setiap baris. Kursi baris kedua bisa direbahkan hingga 180 derajat, cocok untuk bersantai di perjalanan jauh. Fitur dan Teknologi Sebagai MPV elektrifikasi, Darion PHEV membawa sederet fitur modern. Mulai dari Smart Electric Tailgate yang bisa dibuka lewat layar sentuh 12,8 inci, remote key, perintah suara, hingga tombol di pintu bagasi. Untuk varian tertinggi EX, tersedia electric sunroof dan Autocomfort Sliding Door yang juga bisa dioperasikan lewat layar, remote, atau perintah suara. Semua sistem kendaraan terpusat di layar sentuh 12,8 inci. Dari situ, pengemudi bisa mengatur pencahayaan kabin, AC, hingga fitur “Scene” yang menyesuaikan suasana berkendara. Test drive Wuling Cortez Darion PHEV Sistemnya sudah terkoneksi dengan Internet of Vehicle (IoV), memungkinkan pengguna memantau status baterai atau mode berkendara dari jarak jauh. Mesin dan Penggerak Darion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.490 cc Naturally Aspirated berteknologi Atkinson Cycle, dengan motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi 230 Nm. Mesin konvensionalnya menghasilkan daya 105 Tk pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm. Wuling Cortez Darion PHEV Keduanya bekerja lewat sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), yang mampu memberikan perpindahan tenaga lebih halus dan efisien. Sistem ini memungkinkan Darion PHEV bekerja dalam tiga mode yaitu listrik murni, hybrid paralel, dan hybrid seri, tergantung kondisi jalan dan kebutuhan tenaga. Tenaga listriknya bersumber dari baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP) yang mampu membawa mobil melaju hingga 125 km dalam mode EV murni (CLTC). Wuling Cortez Darion PHEV Sementara tangki bahan bakarnya berkapasitas 52 liter, memastikan jarak tempuh total yang jauh lebih panjang dibanding versi listrik. Sama seperti Darion EV, sistem penggeraknya tetap Front Wheel Drive (FWD), dengan suspensi depan McPherson dan belakang Multi-link Independent. Kaki-kaki ditopang pelek 17 inci Machined Alloy dengan ban 215/55 R17 melengkapi tampilannya yang modern. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.