Kalender MotoGP musim 2027 mulai mengerucut seiring proses perpanjangan kontrak sejumlah sirkuit. Seperti diketahui, keberadaan sebuah sirkuit di MotoGP tidak bersifat permanen, melainkan bergantung pada kontrak antara promotor dan pengelola sirkuit. Setiap tahunnya, Dorna selaku penyelenggara akan melakukan negosiasi ulang, khususnya untuk sirkuit yang masa kontraknya segera habis. Tak hanya perpanjangan, perubahan juga bisa terjadi dalam bentuk penggantian sirkuit. Salah satu contohnya adalah Phillip Island Circuit yang dipastikan keluar dari kalender dan akan digantikan oleh balapan di sirkuit jalan raya baru, Adelaide Street Circuit. Di sisi lain, wacana rotasi sirkuit yang sempat mencuat beberapa tahun lalu, khususnya di Spanyol, hingga kini belum terealisasi. Padahal, negara tersebut menjadi salah satu dengan jumlah seri terbanyak, yakni GP Spanyol, Catalunya, Aragon, dan Valencia. Namun, upaya untuk memperluas jangkauan MotoGP ke negara lain terus dilakukan. Beberapa seri baru mulai diperkenalkan dalam beberapa musim terakhir, seperti Brasil dan Hungaria. Selain itu, Indonesia juga kembali masuk kalender sejak 2022. Masuknya Liberty Media sebagai pemegang hak komersial MotoGP juga diyakini akan mendorong ekspansi ke lebih banyak negara. Pebalap Pertamina Mandalika SAG Stylobike Euvic Team, saat berlaga pada FIM CEV Repsol Moto2 2021 di Sirkuit Jerez Meski demikian, menjadi tuan rumah MotoGP bukan perkara mudah, terutama dari sisi biaya. Setiap negara harus membayar biaya penyelenggaraan yang nilainya terus meningkat. Sebagai gambaran, Valencia telah memperpanjang kontrak dengan biaya 8,9 juta euro (sekitar Rp 180 miliar) per musim atau total 44,5 juta euro (sekitar Rp 900 miliar). Sementara itu, Catalunya membayar 27 juta euro (sekitar Rp 540 miliar), Jerez 16 juta euro (sekitar Rp 320 miliar), dan Aragon 24,7 juta euro (sekitar Rp 500 miliar). Ke depan, angka tersebut diperkirakan akan terus naik. Bahkan Catalunya disebut harus membayar sekitar 12 hingga 14 juta euro (sekitar Rp 240 miliar sampai Rp 280 miliar) per musim dalam kontrak baru hingga 2031. Chief Executive Officer Dorna, Carmelo Ezpeleta, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa jumlah seri di wilayah Semenanjung Iberia akan dikurangi. “Memiliki lima balapan di satu wilayah adalah konsentrasi yang tidak bisa kami pertahankan. Tidak akan lima, dan kemungkinan juga bukan empat,” ujar Ezpeleta, dikutip dari Motosan.es, Kamis (16/4/2026). Saat ini, sirkuit Jerez, Catalunya, dan Valencia masih memiliki kontrak hingga 2031. Sementara itu, kontrak Aragon akan berakhir pada musim ini. Ezpeleta juga menegaskan bahwa biaya untuk menggelar MotoGP ke depan akan terus disesuaikan. “Untuk tetap menggelar Grand Prix di Semenanjung Iberia, termasuk Portugal, minimal harus membayar sebesar yang dibayar oleh Catalunya,” katanya. Di sisi lain, minat untuk menjadi tuan rumah MotoGP terus meningkat. Dorna mencatat ada 28 pihak yang mengajukan diri, sementara slot yang tersedia hanya 22 seri dalam satu musim. “Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari negara, sirkuit, keamanan, hingga organisasi,” kata Ezpeleta. Dengan kondisi tersebut, persaingan untuk masuk kalender MotoGP dipastikan semakin ketat, termasuk bagi sirkuit yang selama ini sudah rutin menggelar balapan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang