New Almaz Hybrid jadi salah satu SUV andalan Wuling di Indonesia untuk segmen elektrifikasi. Salah satu penggunanya, berbagi pengalamannya soal biaya kepemilikan. Firzie Idris, pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini mengaku sudah sekitar setahun lebih menggunakan SUV tersebut untuk berkendara sehari-hari. Menurutnya, mobil tersebut cukup bisa diandalkan. Setelah digunakan sekitar setahun, Firzie mengatakan, Wuling masih memberikan gratis biaya jasa untuk setiap kali perawatan di bengkel resmi. Wuling Almaz RS Hybrid dibekali garansi seumur hidup untuk tiga komponen utama hybrid "Untuk biaya jasanya, sekitar Rp 1 jutaan, untuk pergantian komponen, terakhir servis itu di 20.000 km. Biaya jasa yang gratis," ujar Firzie, kepada Kompas.com, belum lama ini. "Pajak tahunannya sekitar Rp 6 jutaan, pelat nomor Depok (Jawa Barat)," kata Firzie. Soal konsumsi BBM, SUV hybrid tersebut menurut Firzie dapat menghasilkan 18 km per liter(kpl). Dia mengaku biasa menggunakan Almaz Hybrid untuk kendaraan sehari-hari, dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Firzie Idris, pengguna Wuling New Almaz Hybrid "Cinere-Palmerah, sekitar 19 km kalau rumah ke kantor. Tapi, mobil sering juga dipakai ke BSD, Sentul, Daan Mogot. Kalau dalam kota, biasanya lewat Arteri Pondok Indah. Kalau ke BSD dan Sentul lewat tol, itu biasanya konsumsi BBM dapat 18 kpl," ujarnya. Jika dalam setahun odometer sudah mencapai 20.000 km dan konsumsi BBM 18 kpl, maka untuk biaya bensin satu tahun dibutuhkan sekitar Rp 13,7 jutaan. Dengan catatan, bensin yang digunakan adalah Pertamax RON 92 yang per Januari 2026 harganya Rp 12.350. Ditambah dengan biaya perawatan Rp 1 jutaan dan pajak tahunan Rp 6 jutaan, maka untuk biaya kepemilikan New Almaz Hybrid, seseorang harus menyiapkan dana sekitar Rp 20,7 jutaan per tahun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang