Populasi mobil hybrid di pasaran Indonesia saat ini memang semakin banyak. Teknologi yang memadukan mesin bensin dengan baterai dan motor listrik tersebut membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Namun, namanya teknologi, tentu ada waktunya mengalami masalah. Seperti mobil hybrid Toyota yang usianya lebih dari 10 tahun sudah sering mengalami masalah pada sistem hibridanya. Kalau mau mengganti baterai di diler resmi, harganya tembus puluhan juta rupiah karena harus mengganti satu paket penuh. Sementara di bengkel umum, sekarang sudah ada alternatif yang menawarkan penggantian per sel baterai. Toyota Camry Hybrid yang sudah servis baterai Andrew Jonathan, Manager Domo Hybrid EV, menjelaskan bahwa untuk perbaikan atau penggantian sel baterai mobil hybrid di bengkel umum saat ini masih mengandalkan sel baterai refurbish. Sistemnya, dari paket baterai mobil hybrid bekas yang rusak, dipilih sel-sel yang kondisi kapasitasnya masih baik untuk kemudian dikalibrasi ulang bersama sel baterai lainnya. Keterbatasan Sel Baterai Baru dan Aftermarket Kondisi penggunaan sel refurbish ini terpaksa dilakukan karena pasokan sel baterai hybrid kondisi baru maupun komponen aftermarket belum tersedia secara resmi di Indonesia. Baterai mobil hybrid "Masih begitu, tapi kita targetin sih awal tahun sudah ada. Yang lebih kita enggak tahu apakah ini bakal yang originalnya atau yang aftermarket-nya," ujar Andrew kepada Kompas.com, belum lama ini. Andrew menegaskan bahwa ketersediaan komponen sel baterai baru non-pabrikan di dalam negeri masih nihil. Kendati demikian, pihak bengkel independen terus berupaya memperluas jaringan pasokan baterai guna memenuhi kebutuhan konsumen mobil hybrid yang masa garansinya telah habis. "Cuma sebenarnya kita goal besarnya untuk Domo Hybrid EV, adalah mau nge-stock untuk baterainya itu lebih banyak," kata Andrew. Pentingnya Kalibrasi dan Uji Kapasitas Akurat Proses penggantian sel baterai mobil hybrid ternyata tidak sesederhana sekadar mencopot sel yang rusak dan menukarnya dengan yang baru. Jika asal ganti, perbaikan tersebut justru tidak memberikan dampak signifikan pada performa kendaraan. "Kalau sel rata-rata modulnya tua, cuma kita ganti satu sel drop dengan yang baru, sama saja enggak ngefek," tutur Andrew. Hal ini terjadi karena sel baru yang dipasangkan pada modul tua akan terseret oleh penurunan performa sel-sel lama di sekelilingnya. Oleh karena itu, prosedur pemeriksaan menyeluruh wajib dilakukan sebelum menentukan langkah penggantian. Sel baterai mobil hybrid "Kita sarankan kita bongkar, charge-discharge, kita cek kapasitas dengan lebih akurat," pangkas Andrew. Bagi pemilik mobil hybrid yang ingin melakukan perbaikan baterai secara eceran di bengkel umum, sangat penting untuk memastikan bengkel yang dituju memiliki peralatan penguji kapasitas yang presisi. Proses charge-discharge serta kalibrasi antar-sel menjadi kunci utama agar paket baterai hasil refurbish dapat bekerja secara seimbang dan tahan lama saat digunakan kembali di jalan raya.