Serbuan merek otomotif asal China di Indonesia semakin masif dalam beberapa tahun terakhir. nama seperti BYD, Jaecoo, Chery, Geely, hingga Aion kini agresif memperluas jaringan diler, menghadirkan model baru, serta membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil China di Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 37.908 unit atau naik 80,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di tengah derasnya ekspansi tersebut, Heiwai Tang, ekonom internasional sekaligus Associate Vice President (Global) di The University of Hong Kong, menilai kehadiran brand otomotif China dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan industri nasional, dalam jangka panjang, asalkan diiringi kebijakan yang tepat dari pemerintah. Menurut Tang, kebijakan industri perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan industri lokal dan keterbukaan pasar agar iklim usaha tetap kompetitif. Ilustrasi pameran otomotif IIMS 2025 “Jika kebijakan terlalu protektif, dalam jangka panjang itu bisa menciptakan pasar yang terlindungi bagi perusahaan lokal. Tetapi pada akhirnya kondisi tersebut justru kurang baik bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Tang saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Tang menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan lebih efektif dicapai melalui pasar yang terbuka terhadap investasi asing dan persaingan global. “Cara paling berkelanjutan untuk pembangunan ekonomi jangka panjang adalah mempertahankan pasar terbuka, sehingga perusahaan terbaik dari luar negeri mau datang dan membawa transfer teknologi maupun pengetahuan ke ekonomi lokal,” kata Tang. Menurut dia, transfer teknologi tersebut penting agar industri lokal bisa berkembang dan meningkatkan daya saingnya di masa depan. Selain itu, kehadiran perusahaan otomotif global juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dengan kualitas yang lebih tinggi bagi masyarakat Indonesia. Tang menambahkan, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya menjadi pasar kendaraan, tetapi juga bagaimana membangun basis produksi dan pengembangan industri otomotif yang kuat. Karena itu, ia menilai strategi industrialisasi perlu diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang