Ekspor mobil China Industri kendaraan listrik (EV) China terus menunjukkan pertumbuhan ekspor yang sangat signifikan, menegaskan posisi negara tersebut sebagai pemain utama dalam pasar global EV. Dirangkum VIVA dari Carscoops Selasa, 30 Desember 2025, Data terbaru dari China General Administration of Customs mengungkapkan bahwa pada November 2025, jumlah EV buatan China yang diekspor hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mengalami kenaikan sebesar 87 persen. Lonjakan ini menjadi salah satu ekspansi paling pesat di sektor otomotif global dalam beberapa tahun terakhir. Ekspor mobil China Pada bulan November 2025, total ekspor EV China mencapai hampir 200.000 unit. Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan global yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik buatan China. Lonjakan ekspor ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik China semakin diminati di berbagai negara karena kombinasi harga yang kompetitif, teknologi yang andal, dan desain yang menarik.Selain itu, tren ini menunjukkan kemampuan produsen EV China untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar global, termasuk negara-negara berkembang yang kini mulai mempercepat transisi menuju elektrifikasi transportasi. Meksiko menjadi pasar ekspor terbesar pada November 2025. Volume ekspor ke negara ini meningkat lebih dari 2.300 persen menjadi 19.344 unit, menjadikannya tujuan utama EV China di bulan tersebut. Indonesia menempati posisi kedua dengan 17.503 unit, sementara Thailand berada di peringkat ketiga dengan 13.517 unit. Peningkatan ekspor ke Asia Tenggara menunjukkan bahwa kawasan ini menjadi pasar strategis bagi produsen EV China. Kedekatan geografis, biaya logistik yang lebih rendah, serta dukungan pemerintah terhadap elektrifikasi kendaraan membuat negara-negara seperti Indonesia dan Thailand menjadi target ekspor yang sangat potensial. Secara regional, distribusi ekspor EV China memperlihatkan tren yang bervariasi. Asia tetap menjadi pasar utama dengan lebih dari 110.000 unit dikirim pada November 2025, meningkat sekitar 71 persen dibanding tahun sebelumnya.Eropa menerima sekitar 43.000 unit, termasuk lonjakan ekspor ke Inggris sebesar 113 persen. Kawasan Amerika Latin dan Karibia mencatat pertumbuhan ekspor terbesar secara persentase, yakni 283 persen, meskipun volume absolutnya lebih rendah dibandingkan Asia atau Eropa. Sebaliknya, ekspor ke Amerika Utara justru menurun hampir 46 persen, kemungkinan akibat tarif tinggi dan hambatan perdagangan di wilayah tersebut.Jika dilihat dari sisi tahunan, sejak Januari hingga November 2025, total EV buatan China yang diekspor telah mencapai sekitar 1,98 juta unit, meningkat sekitar 29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan yang konsisten ini menunjukkan bahwa ekspor EV China bukan fenomena sesaat, melainkan tren jangka panjang yang memperkuat pangsa pasar global mereka.Lonjakan ekspor ini memiliki dampak signifikan bagi industri otomotif global. Produsen EV China berhasil memperluas kehadiran mereka di pasar internasional, terutama melalui strategi harga yang kompetitif dan beragam pilihan model kendaraan.Model-model populer seperti BYD Dolphin Mini dan SUV listrik lainnya menjadi pilihan utama konsumen yang mencari kendaraan listrik terjangkau, efisien, dan andal. Selain itu, ekspor yang meningkat ke Asia Tenggara dan Amerika Latin menunjukkan kemampuan produsen EV China untuk menemukan pasar baru, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Utara yang lebih sulit ditembus karena hambatan tarif dan regulasi.Meskipun pertumbuhan ekspor sangat kuat, tantangan tetap ada. Produsen EV China harus menghadapi tarif tinggi dan hambatan perdagangan di beberapa negara, persaingan ketat dari produsen EV Eropa dan Jepang, serta permintaan domestik yang terus meningkat yang menuntut keseimbangan antara pasar ekspor dan kebutuhan dalam negeri.Namun, tren ekspor yang konsisten menunjukkan bahwa produsen EV China tetap mampu menemukan peluang di pasar global, khususnya di negara-negara yang mengutamakan harga terjangkau dan efisiensi kendaraan listrik. Pabrik baterai mobil listrik CATL di ChinaSecara keseluruhan, ekspor EV China pada November 2025 naik 87 persen, dengan hampir 200.000 unit kendaraan dikirim ke pasar global. Meksiko, Indonesia, dan Thailand menjadi tujuan utama, sementara total ekspor kumulatif tahun ini mendekati 2 juta unit.Tren ini menegaskan bahwa China semakin dominan dalam industri kendaraan listrik global, mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan utama yang sulit disaingi oleh produsen otomotif lainnya.