Pabrik mobil listrik BYD Peta kekuatan industri otomotif dunia kembali mengalami perubahan di akhir 2025. Nilai perusahaan para produsen mobil besar dunia menunjukkan siapa yang paling kuat di tengah peralihan teknologi dan tren kendaraan listrik. Berdasarkan data kapitalisasi pasar yang disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Selasa 6 Januari 2026, posisi empat besar masih diisi nama yang sama seperti tahun sebelumnya. Tesla, Toyota, Xiaomi, dan BYD tetap menjadi produsen mobil dengan nilai perusahaan tertinggi di dunia.Tesla masih berdiri paling atas dengan nilai perusahaan mencapai sekitar 1.495 miliar dolar AS. Nilai ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh meninggalkan pesaing terdekatnya. Di posisi kedua ada Toyota dengan kapitalisasi pasar hampir 279 miliar dolar AS. Meski tidak sepenuhnya fokus pada mobil listrik, Toyota tetap menjadi produsen konvensional paling bernilai secara global.Menariknya, posisi ketiga dan keempat ditempati dua merek asal China, yakni Xiaomi dan BYD. Keduanya hanya terpaut tipis, dengan Xiaomi sedikit unggul dari BYD dalam nilai pasar. Kenaikan Xiaomi tak lepas dari keseriusannya di bisnis mobil listrik. Pendiri Xiaomi, Lei Jun, bahkan menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan pengiriman hingga 550 ribu mobil pada 2026. Sementara itu, BYD mencatat penjualan kendaraan energi baru yang sangat besar sepanjang 2025. Total penjualannya mencapai 4,6 juta unit, termasuk mobil listrik murni yang jumlahnya bahkan melampaui Tesla. Di luar empat besar, peringkat sepuluh besar juga mengalami pergeseran. General Motors, Mercedes-Benz, dan BMW berhasil naik posisi dibandingkan tahun sebelumnya.Sebaliknya, Ferrari justru turun peringkat akibat penurunan nilai pasar. Porsche bahkan harus keluar dari daftar sepuluh besar produsen mobil paling bernilai di dunia.Volkswagen Group juga menunjukkan perbaikan posisi di daftar global. Selain itu, Maruti Suzuki dari India berhasil masuk sepuluh besar dan menjadi satu-satunya wakil Asia Selatan.Secara keseluruhan, ada 19 produsen mobil asal China yang masuk 50 besar dunia. Jumlah ini memang menurun dibanding tahun lalu, namun pengaruh China masih sangat terasa.