Belum lama ini, beredar di media sosial video pemilik sepeda motor yang melakukan inreyen pada motor barunya. Namun, cara yang dilakukan pemilik Honda BeAT Street tersebut justru menarik perhatian. Pasalnya, motor diposisikan menggunakan standar tengah, kemudian tuas gas diputar hingga mesin berada pada putaran tinggi. Inreyen Bukan Berarti Mesin Harus Digeber Inreyen atau masa break-in biasanya dilakukan saat konsumen membeli motor baru. Kondisi ini merupakan masa penyesuaian komponen motor, terutama bagian mesin, terhadap kinerja dan penggunaan. Proses tersebut dilakukan agar komponen di dalam mesin dapat beradaptasi dengan baik. Artinya, bukan hanya pengendara yang perlu menyesuaikan diri dengan motor baru, mesin juga membutuhkan proses adaptasi. Meski demikian, cara melakukan inreyen tidak bisa dilakukan sembarangan. Memutar gas hingga putaran mesin tinggi, seperti yang terlihat dalam video, justru dinilai bukan cara yang tepat. Endro Sutarno, People & Technical Development SiTEPAT, mengatakan, sebenarnya dari Honda sendiri itu tidak ada anjuran untuk inreyen. "Maksudnya, itu tidak perlu sampai seperti itu. Inreyen boleh, silakan saja. Tapi, caranya itu salah," ujar Endro, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Cukup Pemanasan, Tidak Perlu Digeber Menurut Endro, apabila pemilik motor tetap ingin melakukan inreyen, caranya cukup dengan membiarkan mesin dalam kondisi langsam atau putaran idle. Proses tersebut bisa dilakukan seperti pemanasan mesin pada umumnya. Memanaskan mesin motor injeksi, maksimal 1 menit. "Caranya inreyen cukup dibikin langsam saja. Ya, seperti pemanasan saja, itu yang wajar. Kalau di video kan sampai digeber-geber gitu," kata Endro. Ia menambahkan, motor-motor yang keluar dari diler pada dasarnya sudah tidak memerlukan proses inreyen seperti yang dilakukan dalam video. "Tapi, memang enggak ada aturannya, karena motor-motor yang keluar dari diler itu menurut saya sudah tidak perlu lagi inreyen," ujarnya. Ilustrasi inreyen motor baru Perawatan Tetap Jadi Kunci Endro menjelaskan, hal yang lebih penting bagi pemilik motor baru adalah memastikan perawatan dilakukan dengan baik. Salah satunya, menggunakan oli yang sesuai dan memastikan pelumasan mesin berjalan sebagaimana mestinya. "Yang penting perawatannya bagus, olinya yang bagus, dipastikan olinya naik, itu sudah bisa dipakai," katanya. Artinya, pemilik motor baru tidak perlu melakukan inreyen dengan cara menggeber mesin dalam kondisi motor menggunakan standar tengah. Perawatan yang tepat dan penggunaan motor secara wajar menjadi hal yang lebih penting untuk menjaga kondisi mesin.