Ada satu kondisi yang perlu dipahami pemilik mobil listrik ketika melakukan perjalanan jauh, yakni saat baterai habis dan kendaraan tidak lagi bisa berjalan. Penanganan mobil listrik yang kehabisan daya tidak bisa disamakan dengan mobil bensin atau mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Salah prosedur saat melakukan evakuasi justru berpotensi menimbulkan masalah pada komponen kendaraan. Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, mobil listrik yang kehabisan baterai hingga tidak dapat berjalan harus dievakuasi menggunakan mobil towing. "Kalau misal kehabisan baterai, mobil EV wajib di towing. Dan di setiap mobil ada prosedur saat mobil mau di towing, contoh nyalakan mode towing," kata Yogig, kepada Kompas.com, belum lama ini. Sebanyak 23 mobil listrik murni anggota KOLEKSI mengikuti perjalanan dari Jakarta menuju Pahawang, Lampung. Menurut Yogig, pemilik mobil listrik perlu mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditentukan oleh masing-masing pabrikan. Salah satunya dengan mengaktifkan mode towing sebelum kendaraan dipindahkan. Fitur tersebut berfungsi menyiapkan sistem kendaraan agar dapat dievakuasi. Oleh karena itu, pemilik mobil sebaiknya mengetahui cara mengaktifkan mode towing pada kendaraannya dengan merujuk buku manual. Jangan Ditarik Mobil Hal lain yang perlu diperhatikan adalah metode penarikan. Jika mobil konvensional dalam kondisi tertentu masih dapat ditarik menggunakan kendaraan lain, perlakuan tersebut tidak bisa sembarangan diterapkan pada mobil listrik. Yogig mengingatkan pemilik mobil listrik agar tidak menarik kendaraan menggunakan tali atau mobil lain. "Tidak boleh ditarik pakai mobil lain karena membuat motor listrik dan sistem elektronik akan short," kata Yogig. Penarikan dengan cara tersebut dapat membuat roda mobil tetap berputar dan memengaruhi kerja motor listrik. Kondisi ini berisiko mengganggu sistem kelistrikan maupun komponen elektronik kendaraan. Ilustrasi towing atau derek mobil listrik Towing Karena itu, ketika mobil listrik tidak dapat berjalan akibat kehabisan baterai atau mengalami kerusakan, pemilik kendaraan sebaiknya menggunakan layanan roadside assistance dari pabrikan atau jasa towing yang memahami prosedur evakuasi kendaraan listrik. Penggunaan towing yang sesuai prosedur tidak hanya bertujuan memindahkan kendaraan ke lokasi yang aman. Langkah tersebut juga diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan pada motor listrik, baterai, dan sistem elektronik akibat proses evakuasi yang tidak tepat. Dengan demikian, pemilik mobil listrik yang mengalami kendala di perjalanan tidak disarankan mengambil tindakan evakuasi seperti pada mobil konvensional.