— PO Haryanto, perusahaan otobus yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, resmi mengonfirmasi kembalinya Rian Mahendra sebagai bagian dari manajemen inti. Ditemui langsung pada perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 beberapa waktu lalu, usai sempat pamit pada 2022, Rian Mahendra kini kembali ke PO Haryanto Mengemban tugas sebagai Direktur Operasional di PO Haryanto, Rian membeberkan sejumlah strategi anyar perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah persaingan industri bus yang semakin ketat dan ekspektasi penumpang yang kian beragam. Incar Sasis Berusia Pakai Panjang Langkah taktis pertama yang disoroti Rian berkaitan dengan peremajaan dan pengadaan bus baru. PO Haryanto kini mulai meninggalkan pola lama yang mengandalkan satu perusahaan karoseri tertentu saja, serta memperluas opsi ke berbagai karoseri yang ada saat ini. "Jadi kalau dulu itu pendapatannya, nilai modal sama nilai harga tiket itu memungkinkan kita buat peremajaan setiap 5-6 tahun sekali. Otomatis kalau kita ngomong tentang peremajaan, kan kita ngejual barang bekas kita untuk ditukar dengan yang model baru," kata Rian kepada Kompas.com beberapa hari yang lalu. Namun, seiring tingginya biaya pengadaan dan ketatnya persaingan, PO Haryanto memutuskan untuk beralih ke paket sasis dan bodi berdurabilitas lebih tinggi. Sebab menurut Rian, sekarang ini setelah masa pandemi, inflasi harga tiket dengan nilai modal tidak imbang. Maka dari itu, melakukan peremajaan setiap 5-6 tahun sekali sangat berat bagi perusahaan. "Jadi intinya daripada saya berpikir harus berapa lama balik modal, mending konsepnya saya ubah. Saya akan cari sasis yang usianya bisa dipakai 10 tahun ke atas. Dan tidak terikat dengan karoseri manapun," katanya. Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra, Baca juga: Fokus Pada Kenyamanan Penumpang Rian mengatakan, sebelumnya PO Haryato selalu fokus pada layananan purna jual, namun sekarang lebih ke arah durability. Maka dari itu sasis bus PO Haryanto kini lebih beragam merek. Sebab menurutnya permintaan dari penumpang bus AKAP sebenarnya tidaklah muluk-muluk, yakni terkait pelayanan bus yang nyaman. Maka dari itu, kini menjadi fokus pembenahan di kepemimpinannya adalah soal memberikan kenyaman dan fasilitas yang prima bagi penumpang. "Saya kalau jadi penumpang, saya nggak masalah kalau sasis bus mau merek apapun, bodi apapun, dan karoseri apapun. Yang penting saya ingin ketika saya duduk, kursinya nyaman, pelayanannya bagus, kru-nya senyum ramah, AC-nya dingin. Kemudian meminimalisir terlalu banyak titik transit dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir," katanya.