Ketegangan geopolitik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai memberi tekanan pada rantai pasok industri, terutama dari sisi bahan baku turunan minyak bumi seperti plastik. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan, hingga saat ini dampak gangguan rantai pasok tersebut belum mengganggu distribusi kendaraan di dalam negeri. “Belum. Sampai saat ini kita masih bisa mempertahankan sampai April nih kita,” ujar Bob di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pabrik Toyota di Karawang Meski demikian, Bob mengingatkan bahwa situasi ke depan masih penuh ketidakpastian, khususnya memasuki Mei 2026. “Tapi kalau Mei nanti kita lihat lagi ya kan seberapa gangguan rantai pasok ini. Dan ini dampaknya akan sangat besar,” kata dia. Menurut Bob, salah satu tantangan terbesar saat ini datang dari bahan baku petrokimia seperti nafta yang menjadi dasar produksi plastik. “Tapi produk-produk turunan dari minyak bumi seperti nafta itu memang agak sulit. Plastik, ya,” ucap Bob. Ia berharap tekanan terhadap pasokan bahan baku tersebut bisa diredam melalui optimalisasi kapasitas pabrik petrokimia yang ada saat ini. “Tapi sih berharap nanti bisa distabilkan dengan pabrik petrokimia yang ada saat ini,” kata dia. Sementara itu, untuk komponen krusial lain seperti semikonduktor, Bob memastikan belum terjadi gangguan berarti. “Ya belum. Ya mudah-mudahan jangan sampai krisis lah ya kan. Nanti kita memproduksi kendaraan tanpa semikonduktor,” ujarnya. Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Diketahui, kenaikan harga bahan baku plastik di pasar global dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada berbagai sektor industri, mulai dari makanan dan minuman hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tekanan tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik yang mendorong biaya produksi kemasan plastik meningkat. Di sisi lain, kenaikan harga plastik juga mulai menjadi perhatian industri otomotif nasional, mengingat material tersebut masih digunakan di berbagai komponen kendaraan. Deputy Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi mengatakan, kenaikan harga plastik memang berpengaruh, namun belum berdampak langsung pada harga jual mobil. “Kalau harga plastik naik, pengaruhnya tentu ada. Namun apakah berdampak langsung ke harga mobil, itu berbeda karena banyak komponen lain yang juga berpengaruh, tidak hanya plastik,” kata Rokky. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang