taDi tengah ratusan show car yang hadir di Parkit GBK Senayan dalam gelaran Toyota GR Car Meet 2026, Sabtu (16/5/2026), justru mobil-mobil dengan karakter personal dan sentuhan street culture yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Keberagaman build itu bukan hadir secara kebetulan. Dalam gelaran perdana GR Car Meet ini, TAM menggandeng IAM Indonesia untuk ikut terlibat sebagai kurator mobil-mobil pilihan yang tampil di acara tersebut. Kolaborasi ini menjadi yang pertama antara IAM Indonesia dengan Toyota Indonesia dalam event berskala besar seperti GR Car Meet. IAM dipercaya mengkurasi 33 mobil yang dianggap mampu merepresentasikan luasnya spektrum car culture Toyota di Tanah Air saat ini. Beberapa mobil yang menjadi highlight kurasi IAM juga cukup mencuri perhatian. Salah satunya Toyota Kijang generasi lama dengan tampilan clean retro yang mempertahankan karakter era 90-an lengkap dengan setup velg khas street scene Jepang. Ada juga Alphard dengan pendekatan VIP stance yang tampil ‘merendah’. Tidak jauh dari area tersebut, Corolla DX Liftback bergaya JDM retro menjadi salah satu titik yang paling sering dikerubungi pengunjung. Sementara sebuah pickup Kijang lawas dengan setup ceper dan velg polished menghadirkan nuansa mini truck culture yang jarang terlihat di event pabrikan. Pilihan mobil seperti ini membuat GR Car Meet 2026 terasa lebih dekat dengan kultur modifikasi jalanan dibanding sekadar exhibition otomotif formal. Pengunjung tidak hanya melihat mobil performa atau build mahal, tetapi juga project car dengan pendekatan personal yang selama ini tumbuh organik di komunitas. “Ini merupakan kolaborasi pertama IAM Indonesia dengan PT Toyota-Astra Motor (TAM). Kita di sini terpilih untuk menjadi kurator dari 33 mobil yang akan ditampilkan di acara Toyota GR Car Meet 2026. So far acara berjalan dengan lancar, antusias para car enthusiast yang hadir juga sangat besar, dari mobil klasik sampai mobil terbaru datang semua memenuhi Parkit ini. Kami juga berharap agar acara ini bisa ada lagi ke depannya, syukur-syukur jadi agenda rutin tahunan, serta kembali merangkul berbagai partner mulai dari modifikator, komunitas, serta asosiasi seperti IAM,” ujar Husna Sugiana, Project Manager IAM Indonesia. Keterlibatan IAM sekaligus memperlihatkan bagaimana hubungan antara brand otomotif dan scene modifikasi Indonesia kini semakin dekat. Pabrikan tidak lagi hanya menjadi penyelenggara event, tetapi mulai memberi ruang bagi komunitas dan pelaku car culture untuk ikut membentuk identitas acara. Hal itu juga terlihat dari atmosfer GR Car Meet 2026 yang terasa lebih cair dibanding pameran otomotif konvensional. Dalam satu area, mobil klasik, lifestyle build, street racing, overland, hingga daily use project car bisa hadir berdampingan tanpa sekat genre yang terlalu kaku. Pendekatan seperti ini yang membuat GR Car Meet 2026 terasa relevan dengan wajah car culture Indonesia saat ini. Lebih terbuka, lebih personal, dan semakin dekat dengan komunitas yang membesarkannya sejak awal.