Faktor cuaca ekstrem seperti terik matahari dan curah hujan ternyata berandil besar terhadap masa pakai serta keindahan warna cat mobil. Tanpa perlindungan yang memadai, kendaraan yang dibiarkan terpapar panas dan hujan secara terus-menerus berisiko mengalami penurunan kualitas penampilan secara signifikan. Efek Cuaca Bagi Cat Mobil Henry, Supervisor Namuda Auto Body Care Specialist yang berlokasi di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengingatkan, paparan sinar matahari dalam jangka panjang menjadi dalang utama di balik memudarnya kilau warna cat pada bodi mobil. Sinar ultraviolet (UV) yang kuat perlahan merusak ikatan kimia pada molekul warna, membuat tampilan kendaraan tak lagi memesona. "Tidak hanya memudar, saat terkena panas matahari atau kedinginan lama-lama malah bisa ngelotok catnya," ujar Henry saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/8/2026). Efek buruk tersebut biasanya timbul secara bertahap. Permukaan cat yang semula mulus lama-kelamaan akan kehilangan lapisan pelindungnya (clear coat), tampak kusam, hingga akhirnya mengelupas. Area parkir mobil di TKP Beskalan, tempat parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan DIY Selain matahari, sisa air hujan yang dibiarkan mengering di bodi mobil juga berpotensi memicu timbulnya jamur cat dan mempercepat proses korosi pada lapisan logam di bawahnya. Pencegahan Sebagai langkah penanganan awal, Henry menyarankan pemilik kendaraan untuk lebih bijak saat memilih lokasi memarkirkan mobil. Apabila mobil terpaksa diparkir di luar garasi atau area terbuka tanpa peneduh, penggunaan atap kanopi maupun cover mobil berkualitas sangat dianjurkan untuk meminimalisasi kontak langsung dengan sinar ultraviolet dan air hujan. Langkah sederhana ini efektif memperpanjang umur cat dan menjaga estetika kendaraan tetap prima. "Kalau misalnya parkir di luar disarankan di tempat yang bisa punya atap," saran Henry.