Perkembangan teknologi kendaraan niaga membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai ikut meningkat. Kondisi ini mendorong industri untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, merawat, dan memberikan layanan purna jual. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melihat pendidikan vokasi sebagai salah satu jalur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hino menggelar diskusi bertajuk 'Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan' Kolaborasi antara industri, pemerintah, sekolah, dan jaringan diler dinilai penting agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam panel diskusi bertajuk 'Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan' yang digelar Hino pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sales & After Sales Director HMSI Susilo Darmawan mengatakan, keterlibatan industri dalam pendidikan merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang dapat langsung beradaptasi dengan kebutuhan sektor transportasi. "Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri," ujar Susilo dikutip Senin (10/8/206). Hino Dukung Program Koperasi Merah Putih Hubungkan sekolah dengan kebutuhan industri Dalam diskusi tersebut, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan menilai hubungan yang lebih erat antara sekolah dan dunia industri diperlukan agar pendidikan vokasi tidak berhenti pada penguasaan teori. "Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah," kata Arie. Salah satu bentuk keterlibatan Hino diwujudkan melalui Hino Indonesia Partnership School (HIPS). Hino menggelar diskusi bertajuk 'Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan' Program tersebut menghubungkan sekolah kejuruan dengan industri melalui sejumlah kegiatan, mulai dari penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga praktik kerja industri. Dengan pendekatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi pekerjaan sebenarnya, termasuk standar dan teknologi yang digunakan di industri kendaraan niaga. Tidak hanya menyasar siswa SMK, Hino juga memiliki Hino Indonesia Academy yang berfungsi sebagai pusat pengembangan kompetensi bagi mekanik, pengemudi, dan tenaga profesional di sektor transportasi. Hino Bus 136 MDBL 4x4 pada ajang GIICOMVEC 2026 Program pelatihan di Hino Indonesia Academy disesuaikan dengan perkembangan teknologi kendaraan Hino sehingga kemampuan peserta dapat terus diperbarui mengikuti kebutuhan industri. Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI Pieter Andre mengatakan, pengembangan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan karena teknologi kendaraan terus mengalami perubahan. "Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Pieter. Diler Hino di Tasikmalaya telah meningkat dari 1S menjadi 3S. Diler ikut siapkan calon tenaga kerja Upaya menyiapkan tenaga kerja juga berlanjut ketika siswa mulai memasuki lingkungan kerja. Dalam hal ini, jaringan diler Hino memiliki peran untuk memberikan pengalaman praktik sekaligus mengenalkan standar kerja di industri. Selain menjadi tempat pelaksanaan praktik kerja industri, diler dapat terlibat dalam pembinaan kompetensi siswa dan membuka peluang bagi lulusan yang telah memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan karier. Direktur PT Duta Cemerlang Motors (DCM) Christian Hemasurya mengatakan, lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri akan lebih mudah beradaptasi ketika memasuki dunia kerja. Pelatihan pengemudi di Hino Total Support Customer Center (HTSCC). "Bagi diler, keberadaan lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri sangat membantu proses adaptasi di dunia kerja. Mereka lebih siap bekerja, memahami budaya industri, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sejak hari pertama," ujar Christian. Menurut Hino, keterhubungan antara sekolah, industri, dan jaringan diler membuat pengembangan tenaga kerja tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan.