Aktivitas penyeberangan dan operasional bus di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, dipastikan tetap berjalan normal meski dampak abu erupsi Gunung Krakatau turut dirasakan di wilayah tersebut. Pelabuhan Merak jadi lokasi paling penting bagi bus AKAP yang ingin mengantarkan penumpang ke Pulau Sumatera, salah satunya PO Miyor. Dadan, perwakilan agen PO Miyor di Merak mengatakan, saat ini tidak ada kendala berarti pada jadwal perjalanan bus. Namun, para sopir harus ekstra sabar karena adanya antrean kendaraan saat hendak masuk ke area pelabuhan. Antrean Panjang Saat Masuk ke Kapal "Saat ini jadwal kami masih berjalan normal. Hanya saja para sopir harus bersabar dulu menghadapi situasi di pintu masuk pelabuhan karena alami kemacetan cukup panjang saat masuk kapal," ujar perwakilan agen PO Miyor saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Menghadapi situasi di lapangan, Dadan mengatakan, para pengemudi dan penumpang bus AKAP juga diimbau untuk tetap tenang dan bersabar. Bus baru PO Miyor Sebab antrean panjang tersebut melibatkan mobil pribadi hingga truk logistik untuk masuk ke kapal. Adapun kemacetan tersebut bukan karena hambatan teknis penyeberangan, melainkan akibat sebagian pengendara dilanda kecemasan setelah termakan informasi bohong atau hoaks. Banyak pengemudi yang sengaja menahan laju kendaraan karena rasa takut yang belum tentu kebenarannya. Tetap Berjalan Normal Kondisi tersebut sempat memicu kemacetan di akses masuk, sehingga berdampak pada keterlambatan waktu naik atau boarding kendaraan ke atas kapal feri. Meski demikian, pihak PO Miyor memastikan situasi di lapangan tetap terkendali. orang pada menahan dan ketakutan, baik mobil maupun truk. Namun kondisi di lapangan baik-baik saja. Jadinya mobil agak terlambat karena macet saat naik kapal, tapi dipastikan aman-aman saja di Merak," katanya. Dadan juga berpesan agar penumpang dan kru tetap selalu waspada dengan menggunakan masker penutup hidung demi kesehatan. Hal itu guna mengantisipasi sebaran abu dari erupsi Gunung Krakatau.