Perbedaan biosolar dan solar berkualitas tidak hanya terletak pada kandungan bahan bakarnya. Penggunaan kedua jenis BBM tersebut juga memengaruhi performa mobil diesel, mulai dari respons pedal gas, konsumsi bahan bakar, hingga kondisi komponen mesin. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, mengatakan penggunaan biosolar dan solar berkualitas pada mobil diesel memang menghasilkan perbedaan performa, meski tidak terlalu besar. Menurut dia, selisih tersebut paling terasa pada respons pedal gas dan efisiensi bahan bakar. Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. Harga BBM Juli 2026. Harga BBM terbaru. Harga BBM hari ini. Harga BBM Pertamina terbaru. Harga Dexlite. Harga Dexlite hari ini. Harga Dexlite terbaru. Harga Dexlite. “Perbandingan performa lebih kepada respons pedal gas dan efisiensi, sehingga bisa dirasakan langsung oleh pengemudi,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, belum lama ini. Biosolar Muchlis menjelaskan, biosolar merupakan campuran solar dengan bahan bakar nabati yang memiliki nilai energi sedikit lebih rendah dibandingkan solar berkualitas. Kondisi tersebut membuat tenaga mesin bisa sedikit berkurang, meski penurunannya umumnya tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Selain itu, konsumsi biosolar juga cenderung lebih boros karena energi yang dihasilkan setiap liter bahan bakar lebih kecil dibandingkan solar berkualitas. “Dari sisi konsumsi bahan bakar, biosolar cenderung lebih boros. Hal ini disebabkan energi yang dihasilkan per liter lebih kecil dibandingkan solar berkualitas,” ucap Muchlis. Perbedaan lainnya juga terlihat pada respons mesin saat berakselerasi. Menurut Muchlis, solar berkualitas mampu memberikan akselerasi yang lebih cepat dan stabil, terutama pada mobil diesel modern. “Biosolar kadang terasa lebih lambat dalam merespons pedal gas. Hal ini berkaitan dengan karakter pembakarannya,” ucap Muchlis. Dari sisi perawatan, Muchlis mengatakan biosolar berpotensi menghasilkan lebih banyak endapan sehingga filter bahan bakar dan injektor lebih cepat kotor. Sebaliknya, solar berkualitas cenderung lebih bersih sehingga lebih aman untuk menjaga kinerja komponen mesin, terutama pada sistem common rail.