Penggunaan solar berkualitas buruk pada mobil diesel bisa memicu berbagai masalah serius. Mulai performa mesin menurun, injektor cepat rusak, hingga konsumsi bahan bakar yang makin boros. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan,mobil diesel memiliki tiga musuh utama yang harus benar-benar dihindari pada sistem bahan bakarnya. “Musuh mobil diesel itu ada tiga, yaitu air, sulfur, dan kontaminan atau kotoran,” ujarnya. Harga BBM Pertamax Turbo dkk resmi naik. Menurut Tri, ketika ketiga unsur tersebut ada di dalam solar, maka seluruh komponen yang dilewati bahan bakar akan mengalami aus jauh lebih cepat. Dampaknya paling terasa pada bagian-bagian yang bergerak, seperti pompa injeksi dan injektor. “Itu akan terjadi keausan yang berlebih, sehingga tekanan injeksinya turun, kabutnya akan membesar, terus semburanya itu tidak lebar, semburanya kecil,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Perubahan karakter semburan ini menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Bahan bakar lebih banyak terbuang, dan gejalanya tampak dari asap putih yang keluar dari knalpot serta tenaga mesin yang menurun. Tri menambahkan, kadar sulfur yang tinggi tidak hanya mempercepat keausan, tetapi juga berpotensi merusak komponen after-treatment seperti catalytic converter. “Catalytic converter merupakan komponen yang berfungsi mengubah gas berbahaya seperti CO, HC, dan NOx menjadi emisi yang lebih aman berupa CO?, H?O, N?, dan O?. Jika catalytic converter mengalami kerusakan, kadar emisi kendaraan akan meningkat,” katanya. Selain itu, terdapat pula komponen bernama Diesel Particulate Filter (DPF) yang bertugas menyaring partikel karbon hasil pembakaran pada mesin diesel. Akibatnya, residu karbon atau asap hitam dari pembakaran tidak tersaring dengan sempurna. Bukannya menurun, emisi asap hitam justru meningkat dan standar emisi kendaraan tidak dapat tercapai. “Jadi, daya mesin turun, komponen cepat rusak, dan emisinya menjadi tinggi. Semua itu terjadi jika kualitas bahan bakar yang digunakan tidak sesuai,” kata Tri. Dengan berbagai risiko mulai dari keausan komponen, turunnya performa, hingga peningkatan emisi, penggunaan solar berkualitas buruk jelas membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat. Pemilik mobil diesel perlu lebih cermat memilih bahan bakar yang sesuai standar agar umur mesin lebih panjang, biaya perawatan lebih terkendali, dan performa kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.